Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh kurang fit.
“Jemaah juga harus mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh kurang fit, karena kesehatan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” ujar Dini kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.
Heatstroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas berlebihan atau dehidrasi.
Kondisi ini berbahaya dan rentan terjadi saat cuaca sangat panas, termasuk di Tanah Suci. Gejalanya meliputi pusing, lemas, mual, kulit terasa panas, hingga kebingungan.
Dini juga mengimbau seluruh jemaah Indonesia untuk menjaga kondisi fisik dengan baik, salah satunya dengan memperbanyak konsumsi air putih dan vitamin.
“Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta hindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” kata legislator dari Partai NasDem tersebut.
Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial turut mengingatkan jemaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas di Tanah Suci.
Dalam imbauannya, jemaah diminta untuk rutin minum air tanpa menunggu haus, menggunakan pelindung seperti payung berwarna terang, serta beristirahat secara berkala di tempat teduh.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kelelahan akibat suhu tinggi yang dapat berkembang menjadi kondisi medis berbahaya.
Dengan menjaga hidrasi, mengenali gejala sejak dini, dan disiplin mengikuti imbauan kesehatan, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman meski di tengah cuaca ekstrem di Tanah Suci. 
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·