Cuma Mau Bayar Pakai QR, Pembeli Ini Kesal Dihina Bodoh oleh Penjual

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Penjual makanan di Singapura terkenal banyak yang 'jutek'. Seperti pengalaman pembeli ini yang disebut 'bodoh' oleh penjual nasi campur di Singapura.

Seorang pembeli nasi campur di pusat perbelanjaan Funan Mall, Singapura, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pegawai kios makanan Tong Luck Mixed Rice. Insiden tersebut menjadi sorotan setelah kedua pihak memberikan versi cerita berbeda.

Dilansir dari Mothership (26/05/2026), pembeli bermarga Zhao ini mengatakan dirinya disebut 'bodoh' oleh seorang pegawai saat membeli makanan pada 14 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, Zhao datang untuk menanyakan biaya tambahan kemasan take away jika hanya membeli lauk tanpa nasi. Setelah itu, ia mengantre untuk melakukan pembayaran.

Saat tiba giliran membayar, Zhao meminta transaksi dilakukan menggunakan kode QR. Namun, pegawai disebut tidak memahami permintaannya dalam bahasa Inggris sehingga Zhao kemudian menggunakan bahasa Mandarin.

Menurut Zhao, pegawai tersebut lalu berkata, "Masih mau scan? Kamu benar-benar bodoh." Merasa tersinggung, Zhao langsung meminta permintaan maaf, tetapi tidak mendapat respons.

Cuma Mau Bayar Pakai QR, Pembeli Ini Kesal Dihina Bodoh oleh PenjualGerai Tong Luck Mixed Rice. Foto: Site News

Pegawai lain di Tong Luck Mixed Rice yang diduga lebih senior kemudian turun tangan dan meminta maaf atas nama karyawan tersebut sambil menjelaskan bahwa pegawai itu masih baru bekerja.

"Orang yang bekrja di bidang pelayanan seharusnya tetap menjaga sopan santun dalam kondisi apa pun," ujar Zhao.

Di sisi lain, pegawai Tong Luck Mixed Rice bernama Sui membantah sudah menghina pembeli. Ia menjelaskan bahwa dirinya berasal dari China dan baru bekerja di kios tersebut selama dua bulan sehingga aksennya kemungkinan memicu kesalahpahaman.

Menurut Sui, saat kejadian ia sedang melayani pembeli lain dan sudah menjelaskan adanya biaya tambahan sebesar 0,30 SGD (Rp4.100) untuk kemasan makanan. Ia juga mengatakan Zhao sempat menjelaskan metode pembayaran dalam bahasa Inggris beberapa kali sebelum beralih ke bahasa Mandarin.

"Setelah beberapa saat saya mengerti maksudnya dan langsung menunjukkan kode QR," kata Sui.

Sui menyebut dirinya tidak menyebut Zhao bodoh. Ia mengaku hanya bergumam, "Kamu benar-benar luar biasa," sebagai ungkapan frustrasi karena percakapan berlangsung cukup lama.

Sementara itu, manajemen Tong Luck Mixed Rice menyatakan sudah melakukan investigasi internal. Perusahaan mengaku menyesalkan kejadian tersebut dan menyebut temuan awal menunjukkan adanya ucapan yang tidak pantas dari pegawai terkait.

Manajemen juga berencana menyampaikan permintaan maaf resmi kepada Zhao serta memperbaiki pelayanan mereka ke depannya.


(sob/adr)