Daerah di Sumut dan Sumbar Salurkan Hibah Rp287 Miliar untuk Aceh

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengumumkan pengumpulan dana hibah sebesar Rp287 miliar dari sejumlah pemerintah daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sabtu (25/4/2026). Dana tersebut ditujukan bagi delapan wilayah di Aceh yang masih terdampak banjir dan longsor.

Dilansir dari Detikcom, terdapat delapan daerah di Aceh yang diidentifikasi masih dalam kondisi berat akibat bencana alam yang belum kunjung usai. Wilayah tersebut meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie Jaya, Bireuen, hingga beberapa wilayah di area pegunungan.

"Dari hasil analisis kami, ada daerah di Aceh yang masih berat, delapan yang masih berat. Aceh Tamiang, kemudian Aceh Timur, kemudian Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, di pegunungan juga ada yang terdampak," kata Tito dalam sambutan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Mendagri mengungkapkan bahwa tantangan pemulihan di lokasi tersebut masih tinggi karena cuaca ekstrem yang terus melanda. Meskipun sempat dianggap membaik, bencana susulan dilaporkan masih terjadi di beberapa titik lokasi bencana.

"Kita pikir sudah selesai, banjir masih terus terjadi, longsor terjadi. Dua hari lalu longsor lagi," kata Tito.

Kontribusi terbesar berasal dari Sumatera Utara dengan total mencapai Rp260 miliar yang bersumber dari penyisihan tambahan Transfer Ke Daerah (TKD). Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang masing-masing memberikan Rp50 miliar, diikuti Kabupaten Simalungun dan Asahan masing-masing Rp30 miliar, sementara empat daerah lainnya menyumbang masing-masing Rp25 miliar.

"Minggu lalu di Banda Aceh, kita lakukan secara simbolis kesepakatan antara kepala daerah. Kami hanya menghubungkan hibah antar daerah, sehingga terkumpul Sumatera Utara, alhamdulillah, Rp 260 miliar untuk Aceh. Tinggal dikawal saja," kata Tito.

Sementara itu, sebanyak 15 pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat memberikan hibah dengan total Rp27 miliar. Rinciannya mencakup sumbangan mulai dari Rp1 miliar hingga Rp5 miliar dari Pemerintah Kota Padang.

"Total Rp 27 miliar dari Sumatera Barat untuk Aceh, nanti kita pasangkan kepada daerah di Aceh yang kita anggap berat. Meski sudah ada dari Pak Bobby (Gubernur Sumut) dan gengnya," kata Tito.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui mekanisme transfer langsung dari rekening kas daerah pemberi ke rekening daerah penerima. Pemerintah pusat bertindak sebagai pengawas guna memastikan dana tersebut mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur dan sosial di Aceh.

"Total bantuan dari dua provinsi sebanyak Rp 287 miliar, mudah-mudahan ini bisa membuat Aceh lebih cepat pulih. Mekanisme kami kawal, kita langsung antar daerah, hibah antara daerah dari rekening ke rekening," katanya.

Setelah penyampaian tersebut, agenda dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan surat pernyataan kesediaan pemberian bantuan keuangan oleh seluruh kepala daerah dari Provinsi Sumatera Barat. Penandatanganan tersebut dilakukan di hadapan Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.