Danantara akan Evaluasi PLN Usai Blackout Sumatera

Sedang Trending 53 menit yang lalu

CHIEF Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria memastikan akan ada evaluasi terhadap PT PLN (Persero) setelah listrik di Sumatera padam. Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026 ini berdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

“Nanti akan kami review prosesnya termasuk juga penyebabnya, kemudian antisipasi ke depan yang paling penting, mitigasi ke depan supaya hal ini tidak terjadi lagi,” katanya saat ditemui di Wisma Danantara pada Senin, 25 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pemadaman listrik ini juga berdampak ke gangguan berbagai fasilitas umum. Pemulihan juga berlangsung secara bertahap untuk berbagai wilayah di Sumatera.

Direktur Transmisi PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, perbaikan bertahap karena dipengaruhi kondisi sistem transmisi serta perbedaan jenis pembangkit di daerah terdampak. Dua jam setelah pemadaman, PLN memeriksa sistem transmisi melalui Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET).

“Ketika sistem transmisi normal, berikutnya kami beralih ke sistem pembangkitan,” ujarnya saat konferensi pers di Markas Besar Polri, kemarin.

Pada tahap awal, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) menjadi pembangkit yang paling cepat dinyalakan kembali. Daerah yang menggunakan pembangkit itu paling cepat kembali menyala setelah 3-5 jam setelah sistem transmisi normal.

Kemudian PLN menyalakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Pembangkit jenis ini membutuhkan waktu 10 hingga 15 jam setelah sistem transmisi kembali normal.

PLN meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat. Hingga kini proses perbaikan masih berlangsung.

Hanin Marwah berkontribusi dalam penulisan artikel ini