Danantara "groundbreaking" elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei, kami akan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta Sukabumi dan juga Jakarta-Cilegon

Jakarta (ANTARA) - Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana untuk memulai proyek elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei 2026 untuk rute Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi dan Jakarta-Cilegon.

“Tahun ini sebetulnya tanggal 20 Mei, kami akan 'groundbreaking' untuk elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta Sukabumi dan juga Jakarta-Cilegon,” ujar Dony ketika ditemui di sela-sela acara Jakarta Globe Insight yang digelar di Jakarta, Selasa.

Dony yang juga merupakan Kepala BP BUMN, menyampaikan elektrifikasi jalur kereta tersebut bertujuan untuk menghidupkan kota-kota baru di sepanjang jalur.

Selain itu, elektrifikasi jalur kereta juga diyakini akan mengurangi polusi dan meningkatkan efisiensi dalam moda transportasi kereta api.

“Dengan kita melakukan elektrifikasi, ini mengurangi urbanisasi,” kata Dony.

Oleh karena itu, elektrifikasi jalur kereta api menjadi salah satu KPI (Key Performance Indicator) atau Indikator Kinerja Utama) industri perkeretaapian.

Baca juga: BP BUMN: Pembenahan keselamatan kereta jadi fokus usai insiden Bekasi

Baca juga: Danantara pastikan koordinasi dengan KAI, fokus evakuasi kecelakaan KA

“Saya selalu bilang bahwa kereta api hanya punya dua KPI. Satu berkaitan dengan safety, yang kedua elektrifikasi,” ujar Dony.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10/2025).

Kolaborasi strategis antara dua BUMN ini menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi jalur kereta api nasional, yang akan meningkatkan efisiensi, keandalan, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk memperluas jaringan layanan kereta api berbasis listrik di berbagai wilayah potensial.

Ini merupakan terobosan pertama elektrifikasi jalur kereta api tanpa melibatkan APBN, murni melalui skema business to business (B2B) antara KAI dan PLN.

Bagi KAI, manfaatnya berupa peningkatan kualitas, kenyamanan, dan kecepatan layanan. Sementara bagi PLN, elektrifikasi memperluas dominasi energi bersih yang digunakan di sektor transportasi.

BP BUMN bersama Danantara terus mendorong KAI agar bertransformasi menjadi perusahaan transportasi yang modern, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Upaya ini diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung target pemerintah menuju nol emisi.

Baca juga: Danantara kembangkan KRL Jakarta ke Cikampek dan Sukabumi pada 2026

Baca juga: Danantara kaji skema pembayaran utang LRT Rp2,2 triliun oleh KAI

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.