CANTIKA.COM, Jakarta - Kehadiran aktris Prilly Latuconsina di Festival Film Cannes 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya. Untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di festival film paling bergengsi di dunia itu, Prilly mengaku masih sulit mempercayai momen yang ia alami.
“Rasanya masih surreal banget bisa ada di sini,” ungkapnya melalui pesan suara kepada Cantika, Minggu, 17 Mei 2026. Bukan tanpa alasan, kehadirannya kali ini juga membawa misi besar: memperkenalkan karya empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara ke panggung global.
Salah satu momen paling berkesan bagi Prilly adalah ketika karya yang mereka bawa mendapatkan respons luar biasa dari penonton internasional. Tiket pemutaran bahkan terjual habis, dan satu studio dipenuhi penonton yang antusias. Respons positif ini menjadi bukti bahwa karya kreator Indonesia mampu bersaing dan diapresiasi di kancah dunia.
“Senang banget lihat orang-orang memberikan respon positif terhadap karya Indonesia,” ujar pemeran dalam film Danur ini. Momen seru ini sekaligus menjadi pengingat bahwa industri film Tanah Air memiliki potensi besar untuk terus berkembang secara global.
Cannes: Lebih dari Sekadar Festival
Prilly Latuconsina/Foto: Instagram/lilianalim_official
Bagi Prilly, Festival Film Cannes 2026 bukan hanya tentang red carpet atau glamor semata. Festival ini menjadi pintu masuk penting untuk memperluas jangkauan distribusi karya. Ia menilai bahwa kehadiran di Cannes membuka akses yang jauh lebih luas, karena festival ini dihadiri oleh pelaku industri dari berbagai negara, bukan hanya dari Prancis atau Indonesia.
“Ini jadi cara untuk mendistribusikan karya ke dunia,” jelasnya. Selain itu, kesempatan membangun jaringan atau networking dengan kreator global juga menjadi nilai tambah yang sangat berharga.
Tak hanya hadir sebagai partisipan, Prilly juga memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar. Ia tertarik memahami bagaimana Cannes mampu menjadi wadah besar bagi berbagai karya dari seluruh dunia.
Baginya, pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan industri film di Indonesia, termasuk kemungkinan mengadaptasi sistem atau konsep festival internasional ke dalam skala lokal.
"Yang ingin aku pelajari dari Festival Film Internasional sebesar Cannes adalah, bagaimana festival ini bisa berjalan, bagaimana festival ini bisa menjadi wadah banyak karya, karena siapa tahu kita bisa mengaplikasikannya ke Festival Film Indonesia juga," paparnya.
Mengunjungi Keindahan Monaco
Di luar agenda festival, Prilly juga menikmati suasana kota Cannes yang dikenal indah dan nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki. Tak hanya itu, ia juga menyempatkan diri berkunjung ke Monaco yang menjadi destinasi impian sudah lama ada dalam wishlist-nya.
“Senang banget bisa sekalian ke Monaco,” katanya. Perjalanan ini menjadi kombinasi antara kerja, mimpi yang terwujud, dan pengalaman personal yang tak terlupakan.
Debut Prilly di Cannes 2026 bukan sekadar pencapaian personal, tetapi juga representasi dari semakin terbukanya peluang bagi talenta Indonesia di industri global.
Melalui karya, networking, dan pengalaman yang didapat, langkah ini bisa menjadi awal dari kolaborasi lintas negara yang lebih luas di masa depan. Bagi Prilly, Cannes bukan garis akhir melainkan pintu menuju perjalanan yang lebih besar.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·