Deputi Gubernur The Fed Prediksi Inflasi AS Capai Target Setahun Lagi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Deputi Gubernur Federal Reserve Stephen Miran memproyeksikan tekanan harga akan kembali ke target bank sentral dalam setahun ke depan meski terdapat guncangan energi akibat perang di Iran pada Selasa (14/4/2026). Ia menilai ekspektasi inflasi jangka panjang hingga saat ini belum terdampak oleh konflik tersebut.

Kondisi pasar tenaga kerja yang mendingin secara bertahap selama tiga tahun terakhir dianggap memperkecil peluang terjadinya siklus kenaikan upah dan harga. Dilansir dari Bloombergtechnoz, kebijakan bank sentral untuk tidak merespons guncangan energi secara berlebihan dinilai masuk akal dalam situasi saat ini.

"Sejauh ini tidak ada bukti bahwa ekspektasi inflasi meningkat," ujar Stephen Miran, Deputi Gubernur Federal Reserve. Ia menambahkan bahwa data sejarah menunjukkan pergerakan harga akibat guncangan energi biasanya berlangsung cepat namun segera berhenti sehingga dampak totalnya terbatas.

Dalam pertemuan komite pasar terbuka (FOMC) pada 17-18 Maret lalu, para pejabat The Fed sebenarnya menunjukkan kekhawatiran bahwa perang Iran dapat memicu inflasi lebih lanjut. Sebagian pejabat bahkan mengusulkan pertimbangan kenaikan suku bunga untuk merespons risiko tersebut.

Otoritas moneter AS tersebut akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam pertemuan terakhir. Namun, Miran menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut dan tetap mengusulkan pemotongan sebesar 25 basis poin.

Miran yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump sejak September lalu konsisten mendesak percepatan penurunan suku bunga. Ia juga memberikan pandangan terkait usulan pembayaran bunga bagi pemegang stablecoin yang didukung pemerintah namun ditentang kelompok perbankan.

Terkait potensi perpindahan simpanan dari bank ke aset digital, Miran menganggap hal tersebut bukan masalah besar. Ia meyakini skala perpindahan dana ke stablecoin tidak akan memberikan dampak yang signifikan secara ekonomi bagi sistem perbankan konvensional.