Derry City akan bertandang ke markas Waterford di Regional Sports Centre pada Jumat, 15 Mei 2026 malam, untuk melakoni laga pekan ke-17 Premier Division. Tim tamu berambisi memutus tren tiga laga tanpa kemenangan guna memperkecil selisih enam poin dari zona kompetisi Eropa.
Kondisi kontras menyelimuti kedua tim menjelang laga ini. Dilansir dari derrycityfc.net, Waterford merupakan satu-satunya klub di divisi utama maupun pertama yang belum mencatatkan kemenangan sepanjang musim ini. Tim asuhan Graham Coughlan tersebut terdampar di dasar klasemen dengan koleksi enam poin dari sembilan kekalahan dan enam hasil imbang.
Manajer Derry City, Tiernan Lynch, berada di bawah tekanan setelah skuadnya hanya meraih dua poin dari tiga pertandingan terakhir. Melansir Irish News, Derry yang sempat diunggulkan sebagai kandidat juara kini berada di posisi kelima klasemen dengan 19 poin, tertinggal 15 angka dari pemuncak klasemen, Shamrock Rovers.
Tiernan Lynch menekankan pentingnya bagi para pemain untuk menghentikan tren negatif dan fokus pada perbaikan efektivitas di lapangan.
"You can’t start feeling sorry for yourselves, or think ‘here we go again’. It needs to stop," ujar Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Lynch juga menyoroti kelemahan penyelesaian akhir timnya yang dianggap sebagai hambatan utama dalam memenangkan pertandingan musim ini.
"There are two major areas on the pitch that we have to get right. Until we get them right, we’re not going to win football games, so we need to get that right sooner rather than later," kata Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Sang pelatih menambahkan bahwa timnya perlu lebih sering menguji kiper lawan agar peluang mencetak gol meningkat dan mengubah dinamika permainan dengan cepat.
"What has probably been a little bit of an Achilles heel for us this season is that we’re not probably working the opposition goalkeeper more and that’s something if we start doing and we can start scoring goals I think things will change for us very quickly," tegas Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Terkait kekalahan tipis dari Drogheda pada pertandingan sebelumnya, Lynch merasa performa tim sebenarnya sudah sesuai dengan instruksi meskipun hasil akhirnya mengecewakan.
"I felt for the players on Friday night because they pretty much done what we asked of them as far as performance was concerned," ucap Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Lynch menyadari bahwa sepak bola adalah industri yang sangat bergantung pada hasil akhir, sehingga kritik pasca-kekalahan adalah hal yang wajar.
"Getting on the ball and being brave and it was a game that we were very dominate in, but obviously there’s criticism that goes with that because we ended up losing the game," tutur Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Pihak manajemen Derry City telah melakukan evaluasi intensif selama sesi latihan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi di pertandingan sebelumnya.
"As I’ve said before there’s no doubt we’re in a results-based industry, so we’ve got to take the loss at Drogheda on the chin," ungkap Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Upaya untuk bangkit di kandang Waterford menjadi prioritas utama bagi Lynch dan para pemainnya pada akhir pekan ini.
"We’ve tried to address a few things at training this week in terms of where we felt we could and should have been better at Drogheda and we try to bounce back at Waterford on Friday night," jelas Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Meskipun menghadapi tim juru kunci, Lynch tetap waspada terhadap potensi ancaman dari lini serang Waterford yang dihuni pemain berpengalaman.
"We’ve obviously spent a lot of time this week looking at Waterford, and yes, they’ve brought in a new manager, obviously, and he’ll be looking for a reaction from them," papar Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Secara khusus, manajer Derry tersebut mengamati pergerakan Padraig Amond dan Thomas Lonergan yang dinilai mampu menyulitkan pertahanan mana pun di liga.
"The two boys up front (Padraig Amond and Thomas Lonergan) are a proper handful, they score goals, they work really hard, their movement is good and they cause most defences in this league problems," urai Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Lynch memprediksi laga akan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama merasa frustrasi dengan posisi mereka saat ini di klasemen.
"They’re probably like ourselves frustrated where they are, but they’ve got a goal threat there’s no doubt about that," lanjut Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Derry City kemungkinan akan diperkuat kembali oleh Liam Boyce yang baru pulih dari cedera panjang untuk menambah opsi di lini depan.
"It’s good to have Liam back, he hasn’t had it easy with regards injuries," sebut Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Kehadiran Boyce diharapkan memberikan suntikan kualitas karena kemampuannya yang sudah terbukti selama sesi latihan.
"He’s hugely frustrated that his time in Derry has been start/stop, but when you do get him back on the pitch and you do see him training, then you see the quality he has, so it would be great to get him back and stay injury free," pungkas Tiernan Lynch, Manajer Derry City.
Di kubu lawan, manajer baru Waterford, Graham Coughlan, menuntut etos kerja yang lebih tinggi dari anak asuhnya setelah kekalahan 4-1 dari St Pat's pekan lalu. Berdasarkan laporan El Balad, Coughlan menyatakan para pemainnya telah berlatih keras untuk memperbaiki posisi klub.
"The players have worked their socks off this week in fairness to them," ujar Graham Coughlan, Manajer Waterford.
Coughlan menegaskan bahwa persaingan memperebutkan posisi utama di tim sangat ketat selama persiapan menjelang laga kandang pertamanya.
"It’s been a high-intensity week with everyone fighting for their shirt on Friday & fighting to rectify the situation that we’re in," kata Graham Coughlan, Manajer Waterford.
Ia menginstruksikan para pemain untuk lebih berani berduel secara fisik dan menutup ruang gerak lawan sebagai dasar permainan mereka.
"We have to run harder, fight harder than the opposition, cover the distance, all that dirty side of the game," tegas Graham Coughlan, Manajer Waterford.
Coughlan meyakini bahwa jika aspek dasar tersebut terpenuhi, kualitas individu pemain Waterford akan muncul untuk memenangkan pertandingan.
"And then our quality players that we’ve got can produce those quality moments to help us win games, starting with tomorrow night against Derry," tutup Graham Coughlan, Manajer Waterford.
Pertemuan sebelumnya di bulan Februari berakhir dengan kemenangan 4-2 bagi Derry City, meskipun Waterford sempat unggul 2-0 terlebih dahulu. Secara statistik, Waterford merupakan tim dengan pertahanan terburuk di liga setelah kebobolan 32 gol dalam 16 pertandingan.
47 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·