Dewan Ekonomi Nasional Usul Sistem Digital Kelola Ekspor Impor SDA

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan penerapan sistem berbasis teknologi untuk mengelola data ekspor dan impor sumber daya alam (SDA) di Indonesia pada Senin (25/5/2026). Langkah strategis tersebut diambil demi menekan maraknya praktik transfer pricing atau manipulasi kebijakan penetapan harga transaksi antarperusahaan afiliasi.

Pengusulan integrasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (Simbara) ke dalam Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah disampaikan oleh Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, sebagaimana dilansir dari Money.

"Kita gunakan juga Simbara, traceabillity sudah ada, dengan badan ini memakai sistem itu, dan itu link langsung ke National Single Window," ucap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Penerapan sistem digital terintegrasi ini diyakini akan menutup celah bagi pihak-pihak yang mencoba melakukan kecurangan dalam pelaporan komoditas.

"Orang tidak akan bisa lari dari situ," timpal Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Optimalisasi dan perbaikan sistem diproyeksikan mampu mendongkrak pendapatan atau penerimaan negara hingga mencapai 40 persen. Kebijakan ini dinilai sangat efisien lantaran tidak memerlukan pengeluaran biaya operasional yang besar.

"Anak-anak muda Indonesia sampai hari ini bisa membuat software-nya, dan itu kreasi putra-putri Indonesia," ungkap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Pemanfaatan teknologi pemerintah atau Government Technology (Govtech) yang berbasis kecerdasan buatan (AI) juga diproyeksikan akan menyederhanakan birokrasi sistem secara signifikan.

"Dan akan mengurangi korupsi," ucap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Di sisi lain, pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru ditujukan khusus untuk mencegah manipulasi data ekspor melalui metode under invoicing dan underpricing. Langkah pencegahan kecurangan ekspor tersebut dipaparkan oleh Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani dalam rapat di DPR RI pada Kamis (21/5/2026).

“Platform yang kami sudah set up, saya bilangnya: It’s one platform, multiple benefit. The world is happy, Indonesians are happier,” kata Menteri Investasi dan CEO Danantara Rosan Roeslani.