“Di Lebanon, empat pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL telah gugur dalam menjalankan tugas, sementara beberapa lainnya terluka," ujarnya.
Sugiono menekankan bahwa Indonesia tidak hanya mengenang para prajurit yang telah gugur, tetapi juga berdiri teguh bersama keluarga yang ditinggalkan, sembari menuntut adanya tanggung jawab penuh atas insiden yang merenggut nyawa penjaga perdamaian tersebut.
Menurutnya, keamanan pasukan PBB di wilayah konflik merupakan prinsip yang tidak boleh dikompromikan.
“Kami menghormati pengorbanan mereka; berdiri bersama keluarga mereka; dan menyerukan pertanggungjawaban penuh. Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar," tegasnya.
Empat prajurit terbaik TNI yang gugur dalam penugasan misi perdamaian di Lebanon Selatan adalah Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan, Kopral Dua Farizal Rhomadhon, dan Prajurit Kepala Rico Pramudia.
Keempatnya dilaporkan wafat saat menjalankan tugas negara di Markas UNIFIL, Lebanon, setelah menjadi korban serangan udara Israel yang menggempur wilayah penugasan mereka pada akhir Maret hingga awal April lalu.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·