Pelatih VfL Wolfsburg, Dieter Hecking, berhasil membawa timnya mengamankan posisi untuk berlaga di babak babak adu penentuan (relegasi) Bundesliga melawan SC Paderborn demi memperebutkan satu tempat di kasta tertinggi sepak bola Jerman.
Kepastian tersebut melegakan sang juru taktik berusia 61 tahun itu karena ia terhindar dari pertemuan melawan Hannover 96 yang merupakan mantan klubnya saat masih aktif sebagai pemain dan pelatih.
Klub berlogo Volkswagen tersebut sempat terancam langsung turun kasta setelah mengalami kekacauan selama berbulan-bulan, namun kehadiran kembali Hecking pada tanggal 8 maret mengubah dinamika tersebut secara signifikan.
Hecking menegaskan posisi timnya yang lebih diunggulkan dibandingkan dengan sang lawan dari kasta bawah menjelang pertandingan leg pertama di Volkswagen Arena.
"Natürlich sind wir Favorit. Das weiß jeder" kata Hecking kepada Wolfsburger Allgemeinen Zeitung sebelum pertandingan relegasi hari Kamis waktu setempat.
Mantan pemain TuS Paderborn-Neuhaus periode 1994 hingga 1996 itu kemudian mengingatkan para pemainnya untuk tetap menjaga fokus dan kerja keras agar performa tim tidak kembali merosot.
"Vor neun Wochen waren wir tot. Da hat keiner mehr einen Pfifferling für uns gegeben. Aber wenn wir jetzt einen Meter weniger machen, dann wackelt das ganze Ding wieder." ujar Hecking.
Langkah tegas Hecking dalam mengelola skuad Wolfsburg terlihat dari keputusannya menata ulang peran pemain, seperti menempatkan Vinicius Souza dan Denis Vavro di posisi utama, hingga mencoret pemain bintang Mohammed Amoura yang melanggar aturan latihan.
Gelandang senior VfL Wolfsburg, Christian Eriksen, memberikan apresiasi tinggi terhadap dampak instan yang dibawa oleh sang pelatih ke dalam ruang ganti tim.
"Er kam mit seinem Charisma und seiner Aura" tutur Eriksen kepada Sky terkait performa kepemimpinan Hecking.
Pemain tim nasional Denmark yang pernah bekerja sama dengan pelatih papan atas dunia itu menambahkan bahwa pengalaman Hecking sangat membantu stabilitas permainan tim di lapangan.
"Seine Erfahrung aus ähnlichen Situationen in der Vergangenheit überträgt sich auf die Spieler und wir profitieren davon. Er hat die Mannschaftsdynamik, die Rollenverteilung und die Spielidee verändert. Jetzt sind wir konstanter und wissen, was wir auf dem Platz machen müssen." cetus Eriksen.
Meskipun Hecking sempat mengalami kegagalan bersama VfL Bochum pada musim lalu dalam situasi serupa, ia merasa optimistis dengan kondisi skuadnya saat ini.
"Ich habe das Gefühl" kata Hecking memungkasi wawancaranya.
"dass meine Mannschaft zum richtigen Zeitpunkt da ist!" lanjut Hecking seperti dilansir dari laporan DPA dan SIL.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·