Dinas SDA Pasang Box Culvert untuk Atasi Jalan Amblas di Lenteng Agung

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Proses pemulihan infrastruktur jalan yang amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, terus berjalan intensif. Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengambil langkah penanganan dengan memasang gorong-gorong kotak atau box culvert pada titik kerusakan tersebut.

Berdasarkan pantauan langsung dilaporkan bahwa material box culvert sudah terpasang di lokasi kejadian. Dampak dari pemasangan infrastruktur tersebut membuat aliran air kini menjadi lebih lancar dan tidak sederas sebelumnya, seperti dikutip dari Detikcom pada Minggu (31/5/2026).

Aktivitas di lapangan menunjukkan sejumlah petugas masih melakukan penggalian saluran air pada sisi kiri jalan sebelum area yang amblas. Satu unit ekskavator disiagakan di tempat pengerjaan, berdampingan dengan tumpukan tanah sisa galian yang ditempatkan di bahu jalan.

Arus lalu lintas menuju arah Depok terpantau tidak mengalami penyempitan volume kendaraan pada pagi ini. Seluruh lajur kendaraan tetap dibuka untuk umum meski terdapat sekat pembatas pada sisi kanan, serta pelat besi yang dipasang di atas area amblas yang membuat pengendara mengurangi kecepatan.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pihak otoritas terkait tengah memprioritaskan percepatan perbaikan ini. Jalur utama tersebut ditargetkan dapat dilewati oleh kendaraan dengan volume normal dalam beberapa hari ke depan.

"Untuk yang induknya (badan jalan) kita kejar nih dalam waktu tiga hari ini. Iya (untuk dilalui kendaraan normal lagi), intinya lalu lintas sudah clear-lah, udah nggak macet lagi istilahnya," kata Santo, Sabtu (30/5).

Santo menjabarkan bahwa konsentrasi utama para pekerja saat ini terfokus pada penyelesaian saluran air dari hulu hingga hilir sepanjang 10 meter. Pemasangan box culvert ini berfungsi mengalirkan arus air dari saluran penghubung (PHB) UI menuju area Sungai Ciliwung.

Secara keseluruhan, pemulihan total hingga kawasan tersebut rapi kembali diproyeksikan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Durasi ini diperlukan karena pengerjaan struktur di bagian kiri dan kanan jalur tidak dapat memakai material pabrikan akibat terhalang jaringan utilitas.

"Kenapa yang samping ini bisa sampai 2 minggu? Karena ini pasangan turap batu kali. Kalau box kan sudah pabrikan, tinggal pasang doang. Kalau turap ini (susun manual). Enggak mungkin kita pasang pakai boks karena ada utilitas," jelas Santo.