Cimahi (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Jawa Barat menegaskan imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit campak di tengah peningkatan jumlah kasus yang tercatat sepanjang April 2026.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati dalam keterangannya di Cimahi, Minggu, mengatakan bahwa mayoritas pasien yang terkonfirmasi positif belum pernah mendapatkan imunisasi campak.
"Imunisasi merupakan cara paling efektif sebagai penangkal campak, karena vaksin dapat menambah kekebalan tubuh anak," ujarnya.
Dia juga menjelaskan jadwal imunisasi dasar diberikan saat bayi berusia sembilan bulan, dilanjutkan booster pada usia 18 bulan, dan di usia 5-7 tahun melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
Mulyati menambahkan layanan imunisasi dapat diakses di rumah sakit, puskesmas, klinik hingga bidan mandiri, dengan cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Cimahi pada 2025 telah mencapai di atas 95 persen.
Baca juga: Anak kena campak atau cacar tetap perlu mandi menurut dokter
Ia memastikan seluruh pasien yang terdata telah membaik dan tidak ada laporan kasus kematian akibat penyakit tersebut.
Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin, rutin mencuci tangan, serta menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam untuk menekan penularan.
"Jadi tutup mulut saat batuk dan sering mencuci tangan, menjauhkan anak dari orang yang menunjukkan gejala demam dan ruam," katanya.
Sementara itu, pihaknya menyebut hingga pertengahan April tercatat sebanyak 237 kasus suspek campak, dengan 28 orang di antaranya terkonfirmasi positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
"Ada kenaikan memang kasusnya. Awal April itu 155 kasus suspek dan 16 positif. Sekarang sudah 237 kasus suspek dan 28 itu positif. Kebanyakan anak-anak," katanya.
Merespons hal tersebut, Dinkes Kota Cimahi juga meningkatkan skrining, penyelidikan epidemiologi, serta edukasi kepada masyarakat melalui rumah ibadah, pengajian, dan komunitas guna memperkuat kewaspadaan terhadap penyebaran campak.
Baca juga: Kiat bagi orang tua cegah campak pada bayi yang belum bisa divaksin
Baca juga: Kasus Suspek Campak Meningkat di Awal 2026, Lebih dari 8.000 Kasus Dilaporkan
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·