PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mendalami kebenaran isu yang menyebutkan bahwa armada taksi listrik Green SM yang tertabrak KRL memicu gangguan sistem persinyalan kereta karena adanya korsleting listrik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu.
Saat dikonfirmasi langsung mengenai dugaan eror sinyal yang berujung pada kecelakaan fatal tersebut, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin belum mau memberikan kesimpulan pasti.
"Masih investigasi," ucap Bobby singkat saat melakukan uji coba KRL di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Bobby juga menegaskan bahwa seluruh proses pengusutan saat ini masih berada di ranah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan mengikuti semua rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan," jelas Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur pada hari yang sama.
Adapun tragedi itu tercatat telah merenggut nyawa 16 penumpang dan menyebabkan puluhan orang lainnya luka-luka.
Tabrakan diawali dengan taksi Green SM yang awalnya tersangkut di rel perlintasan sebidang dekat stasiun. Taksi itu tertabrak oleh sebuah KRL yang menuju ke Jakarta.
Akibat kecelakaan pertama itu, KRL yang mau berangkat dari Stasiun Bekasi Timur mengarah ke Cikarang tertahan. KRL itu lalu ditabrak KA Argo Bromo yang melintas.
Perusahaan Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta api ini.
"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian unggahan Instagram @id.greensm, Selasa (28/4).
Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi terkait kecelakaan tersebut masih berjalan. Belum ada kesimpulan yang diambil.
"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.
Semua armada taksi Green SM menggunakan mobil listrik lansiran VinFast, tak terkecuali unit yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat dengan Stasiun Bekasi Timur. Diakui pabrikan, saat ini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.
"Proses investigasi terhadap unit terdampak saat ini masih berlangsung. Sejauh ini kami belum mendapatkan laporan hasil investigasinya. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh," urai singkat CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, kepada kumparan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·