Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) lalu.
"Pertama, tentunya kami tiada hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kereta," ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4) pagi.
Bobby menegaskan pihak KAI merasakan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang turut mengganggu layanan operasional kereta api tersebut. Ia memastikan KAI akan terus mendampingi para korban dan berkomitmen penuh untuk menjadikan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
"Selanjutnya kami sampaikan lagi permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini dan kami terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan, perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," tegasnya.
Adapun insiden maut di Bekasi Timur itu dipicu oleh sebuah taksi mogok di perlintasan sebidang di wilayah itu.
Sampai saat ini kecelakaan tersebut menyebabkan 15 penumpang meninggal dunia dan 91 orang lainnya luka-luka. Mayoritas korban jiwa adalah perempuan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·