Disnakertrans Banten dukung pengembangan SMK selaras dengan industri

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Disnakertrans bersama DPMPTSP siap memfasilitasi komunikasi dengan industri dalam program ini

Serang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mendukung pengembangan proyek percontohan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 'link and match' atau selaras dengan industri yang digagas Gubernur Banten Andra Soni dengan Yayasan SMK Mitra Industri MM20100.

"Disnakertrans bersama DPMPTSP siap memfasilitasi komunikasi dengan industri dalam program ini," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi di Serang, Kamis.

Ia mengatakan program tersebut saat ini masih dalam proses penetapan lokasi. Kemudian, pendirian yayasan, pengurusan perijinan dan persyaratan lainnya.

"Mudah-mudahan tahun ajaran baru nanti bisa berjalan," kata Septo.

Ia berharap proyek percontohan SMK 'link and match' ini bisa berhasil sehingga nantinya bisa dikembangkan di kawasan industri lainnya yang ada di Banten, tidak hanya direncanakan dibangun di kawasan industri modern Cikande Kabupaten Serang dan Sawah Luhur Kota Serang.

"Kami berharap nantinya menjadi percontohan dan bisa dikembangkan di daerah lainnya," kata Septo.

Sebelumnya Gubernur Banten Andra Soni bersama Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 segera menggagas pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja.

Baca juga: Disnakertrans apresiasi Gubernur Banten atas anugerah Paritrana Award

Baca juga: Disnakertrans Banten siapkan program unggulan pelatihan tenaga kerja

Ada dua SMK yang akan dijadikan pilot project atau proyek percontohan rencananya dibangun di dua Kawasan industri yaitu di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang dan di Kawasan Industri Sawah Luhur, Kota Serang.

Saat ini, Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 sedang melakukan tahapan feasibility study (FS) di kedua kawasan itu. Pertimbangannya berdasarkan lokasi dan topografi, jumlah anak usia sekolah, jumlah SMK di wilayah sekitar, sampai pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar.

Andra Soni bertekad untuk merealisasikan pendidikan vokasi yang terintegrasi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja (link and match) yang sudah lama dicita-citakan.

Pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul serta menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

“Bagaimana lulusan SMK itu harus benar-benar siap kerja,” kata Andra Soni saat menerima kunjungan para pengurus Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 bersama jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Banten di Gedung Negara Kota Serang, Kamis (14/5).

Dengan pengalaman yang sudah dilakukan oleh yayasan tersebut di beberapa daerah, Andra Soni yakin pola yang sudah dikembangkan dapat diterapkan di Provinsi Banten. Apalagi Banten dianugerahi lokasi geografis yang strategis, dekat dengan ibu kota dan menjadi daerah lintasan antara Pulau Jawa-Sumatra.

Apalagi, saat ini ada sekitar 8.924 industri yang beroperasi di Provinsi Banten mulai dari industri kecil sampai besar. Dengan mengoptimalkan pola pendidikan vokasi bersama Yayasan SMK Mitra Industri, ia berharap ke depan lulusan SMK dapat terserap sebagai tenaga kerja yang andal dan profesional.

Sementara, Ketua Yayasan SMK Mitra Industri MM2100 Darwoto mengatakan program unggulan dari SMK Mitra Industri adalah pendidikan karakter. Pendidikan ini mengajarkan bagaimana peserta didik bisa beradaptasi dengan dunia Industri dengan dibekali berbagai kemampuan dan pengetahuan serta pelatihan-pelatihan yang sudah berbasis industri.

“Kami siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam menyiapkan SDM yang unggul,” katanya.

Berdasarkan pertimbangan yang dilakukannya, kedua lokasi yang akan dijadikan percontohan SMK vokasi itu masih terbuka, namun berada dalam kondisi persaingan yang cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah siswa SMA dan SMK yang lebih besar dibandingkan lulusan SMP, sehingga terjadi kompetisi dalam memperoleh peserta didik.

Selain itu, SMK yang berada di sekitar Kawasan itu menurutnya juga belum sepenuhnya mendukung kebutuhan industri. Misalnya di kedua kawasan industri masih didominasi oleh SMK dengan jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Padahal 25 industri modern Cikande itu metal works (pekerjaan terkait logam) dan industri manufaktur di Kawasan Industri Kasemen.

“Untuk itu, sebaiknya jurusan yang dibuka di SMK itu lebih kepada kebutuhan tenaga kerja di industri, seperti manajemen logistik, teknis pengelasan, teknis mekatronika dan teknis pemesinan,” katanya.

Baca juga: 240 perusahaan pembina K3 dapat penghargaan dari Gubernur Banten

Baca juga: Disnakertrans Serang terima dua aduan perusahaan berencana lakukan PHK

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.