Tangerang (ANTARA) - Dokter Spesialis Akupunktur Laura Widiastuti menjelaskan akupunktur medik bagi ibu hamil aman dan dapat menjadi terapi komplementer yang membantu mengurangi keluhan selama kehamilan.
“Akupunktur bukan sekadar terapi alternatif, tetapi sudah berbasis medis dan digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu ibu hamil merasa lebih nyaman,” kata Laura yang berpraktik di Rumah Sakit (RS) Eka Hospital dalam keterangannya di Tangerang, Banten, Kamis.
Menurutnya, akupunktur menjadi pilihan karena dapat mengurangi keluhan tanpa menambah konsumsi obat. Namun banyak ibu hamil masih ragu untuk mencoba akupunktur. Padahal terapi ini relatif aman selama dilakukan dengan benar.
Baca juga: Akupuntur medik bisa bantu atasi gangguan tidur
“Akupunktur aman untuk ibu hamil selama dilakukan oleh tenaga medis terlatih dan menggunakan teknik yang sesuai,” jelasnya.
Laura mengungkapkan salah satu keluhan paling umum di awal kehamilan adalah mual dan muntah. Akupunktur dapat membantu mengurangi keluhan tersebut dengan cara memperbaiki sistem pencernaan dan keseimbangan hormon.
“Akupunktur dapat membantu mengurangi intensitas dan frekuensi mual, meskipun tidak selalu menghilangkan sepenuhnya,” ucap Laura.
Baca juga: Efektifnya akupresur untuk tingkatkan produksi ASI
Selain selama kehamilan, akupunktur juga dapat digunakan saat persalinan. “Terapi ini dapat membantu mengurangi persepsi nyeri, memberikan efek relaksasi, dan dalam beberapa kasus dapat membantu mempercepat proses persalinan,” kata Laura.
Meski memiliki banyak manfaat, lanjutnya, akupunktur bukan pengganti terapi medis utama. Ibu hamil tetap perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi, agar bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
"Dengan pendekatan yang tepat, akupunktur dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendamping yang membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih nyaman dan minim keluhan," kata Laura Widiastuti.
Baca juga: Akupuntur dapat bantu atasi rasa tidak nyaman selama kehamilan
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·