Dolar AS Berpotensi Turun Tipis terhadap Dolar Singapura

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nilai tukar dolar AS terhadap dolar Singapura diproyeksikan mengalami penurunan tipis setelah sempat bertahan dalam fase konsolidasi pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026.

Pergerakan mata uang paman sam tersebut diperkirakan akan menguji level 1,2760 di tengah peningkatan momentum pelemahan dalam jangka pendek.

"USD/SGD rose, tracking broader USDAXJs higher." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Karakteristik khusus dari mata uang Singapura dinilai memberikan pengaruh tersendiri terhadap pola pergerakan di pasar global saat ini.

"Move reflects SGD’s lower beta characteristics but at the same time, SGD is not immune to external developments, including yields, oil and sentiments." ujar Christopher Wong, analis OCBC.

Kondisi pasar saat ini juga menunjukkan adanya pelemahan tekanan penurunan pada grafik harian.

"Mild bearish momentum on daily chart is fading but rise in RSI moderated." cetus Christopher Wong, analis OCBC.

Peta teknis menunjukkan bahwa peluang terjadinya perdagangan dua arah masih terbuka lebar bagi para pelaku pasar.

"2-way trades still likely. Resistance at 1.2720/40 levels (21, DMA, 61.8% fibo retracement of 2026 low to high), 1.2770" tutur Christopher Wong, analis OCBC.

Batas bawah penahan harga atau support juga telah diidentifikasi sebagai preferensi strategi yang dapat diambil.

"Support at 1.2650/60 levels (76.4% fibo), 1.2610 levels. Bias to sell rallies preferred." kata Christopher Wong, analis OCBC.

Di sisi lain, tim analis dari United Overseas Bank atau UOB juga memberikan proyeksi pergerakan harian yang sejalan dengan indikasi pelemahan ringan.

"PANDANGAN 24 JAM: USD naik ke level tertinggi 1,2830 dua hari lalu dan kemudian turun tajam ke 1,2763. Ketika USD berada di 1,2780 kemarin, kami mengindikasikan bahwa “penurunan tajam tampak berlebihan, dan USD tidak mungkin melemah lebih jauh.” Kami memegang pandangan bahwa USD “lebih mungkin diperdagangkan dalam kisaran antara 1,2760 dan 1,2800.” USD kemudian diperdagangkan dalam kisaran yang lebih tinggi yaitu 1,2769/1,2812. Meskipun ditutup hampir tidak berubah di 1,2779 (-0,02%), terdapat sedikit peningkatan momentum turun. Hari ini, kami memprakirakan USD akan turun tipis dan menguji 1,2760. Penurunan berkelanjutan di bawah level ini tidak mungkin terjadi. Support utama di 1,2730 tidak diperkirakan akan terancam. Resistance berada di 1,2795; penembusan di atas 1,2805 akan menunjukkan bahwa tekanan turun ringan saat ini telah mereda." kata Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann, analis UOB.

Untuk jangka waktu satu hingga tiga minggu ke depan, pihak UOB memperkirakan mata uang tersebut akan memasuki fase perdagangan di dalam kisaran yang stagnan.

"PANDANGAN 1-3 MINGGU: Setelah memegang pandangan positif terhadap USD selama sekitar satu minggu, kami merevisi pandangan kami menjadi netral kemarin (21 Mei, spot di 1,2780). Kami menyoroti bahwa USD “kemungkinan telah memasuki fase perdagangan dalam kisaran,” dan kami memprakirakan akan “diperdagangkan antara 1,2730 dan 1,2820.” Tidak ada perubahan dalam pandangan kami." kata Quek Ser Leang dan Lee Sue Ann, analis UOB.

Sementara itu, indikator teknis mingguan menunjukkan adanya pemulihan momentum ke atas setelah pasangan mata uang ini sempat menyentuh level terendah baru beberapa pekan sebelumnya.

"Dua minggu lalu, USD/SGD menguji level 1,2660 saat turun ke level terendah 1,2653. MACD mingguan hanya sedikit menyentuh wilayah negatif, namun setelah rebound kuat minggu lalu, indikator ini kembali positif." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Meskipun momentum ke atas mulai terbentuk, terdapat zona hambatan atau resistan signifikan yang dinilai cukup kuat untuk membatasi penguatan lebih lanjut.

"Momentum ke atas mulai terbentuk, namun meskipun ada ruang bagi USD/SGD to naik lebih lanjut, perlu dicatat bahwa terdapat zona resistance signifikan antara 1,2880 dan 1,2900. Garis tren menurun yang menghubungkan puncak 1,3095 dan 1,2930 berada di 1,2880, sementara EMA 55-minggu saat ini berada di 1,2900." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Berdasarkan catatan historis, pergerakan harga instrumen ini kemudian kembali bergerak mundur setelah mencapai puncak pengujian pada indikator EMA tersebut.

"Perlu dicatat bahwa USD/SGD menguji EMA 55-minggu pada akhir Maret, dengan puncak di 1,2930 lalu mundur." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Proyeksi batas penahan jangka pendek disiapkan untuk menjaga keberlanjutan momentum kenaikan harga mata uang paman sam ini.

"Secara keseluruhan, kami memprakirakan USD/SGD akan tetap didukung secara luas dari sini, dengan support utama tetap di 1,2660." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Peluang penguatan yang lebih tinggi akan terbuka apabila zona resistan utama berhasil ditembus ke depan.

"Namun, untuk mempertahankan momentum yang sedang terbentuk saat ini, USD/SGD sebaiknya tetap di atas support jangka pendek di 1,2735. Ke depan, penembusan di atas zona resistance akan secara signifikan meningkatkan kemungkinan pergerakan di atas 1,2930." kata Quek Ser Leang, analis UOB.

Berikut adalah tabel pemetaan batas-batas teknis untuk titik resistan dan support dolar AS terhadap dolar Singapura:

Tabel Batas Teknis USD/SGDResistanLevelKeteranganSupportLevelKeterangan
R41.2900congestionS11.2750congestion
R21.2840200-day MAS31.2667Apr low
R11.282329 Apr highS41.26507 May low