Donald Trump Akan Tarik Lebih dari 5.000 Pasukan AS dari Jerman

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan kebijakan penarikan personel militer Washington dari wilayah Jerman yang dipicu oleh ketegangan hubungan transatlantik terkait konflik di Timur Tengah. Langkah ini dikonfirmasi Trump pada Sabtu (2/5/2026) setelah Pentagon merilis rencana awal pengurangan jumlah pasukan.

Jumlah personel yang akan dipulangkan diprediksi melampaui target awal yang telah ditetapkan sebelumnya oleh departemen pertahanan. Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP pada Minggu (3/5/2026), kebijakan ini menyusul eskalasi perselisihan diplomatik antara Trump dan otoritas Jerman.

"Kita akan mengurangi jauh lebih banyak, dan kita akan mengurangi lebih dari 5.000," kata Trump.

Hingga saat ini, belum ada rincian teknis mendalam yang disampaikan oleh Gedung Putih terkait jumlah pasti personel tambahan yang akan ditarik. Keputusan ini muncul setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan pernyataan yang menyebut Iran telah mempermalukan posisi tawar Washington dalam perundingan internasional.

Klarifikasi mengenai durasi pelaksanaan kebijakan pemindahan kekuatan militer tersebut disampaikan oleh pihak militer Amerika Serikat di markas besar mereka. Juru bicara Pentagon Sean Parnell memberikan estimasi waktu operasional penarikan tersebut.

"Penarikan pasukan diperkirakan "akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan."" kata Parnell.

Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan tengah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Amerika Serikat guna meninjau detail perubahan posisi kekuatan militer di Eropa. Juru bicara NATO Allison Hart memberikan penekanan terkait urgensi kemandirian pertahanan bagi negara-negara anggota di kawasan tersebut.

"Penyesuaian ini menggarisbawahi perlunya Eropa untuk terus berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan dan mengambil bagian yang lebih besar dalam tanggung jawab untuk keamanan bersama kita," tulis Hart.

Berdasarkan data resmi hingga 31 Desember 2025, Jerman masih menjadi basis utama kekuatan militer Amerika Serikat di antara negara-negara sekutu NATO lainnya. Perbandingan jumlah penempatan personel aktif di beberapa negara Eropa tercatat dalam tabel berikut.

Distribusi Pasukan Aktif AS di Eropa Per 31 Desember 2025Negara SekutuJumlah Pasukan Aktif
Jerman36.436
Italia12.662
Spanyol3.814

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius memberikan tanggapan terkait dinamika keamanan regional yang terus berubah. Ia mengindikasikan bahwa pergeseran postur militer Amerika Serikat di Benua Biru bukanlah hal yang mengejutkan bagi pihak Berlin.

"Penarikan pasukan AS "dari Eropa dan juga dari Jerman sudah diperkirakan."" kata Pistorius.

Situasi geopolitik ini diperkeruh dengan ancaman perang dagang setelah Trump mengumumkan kenaikan tarif impor otomotif bagi Uni Eropa pada pekan depan. Donald Trump menuding blok Eropa telah mengabaikan komitmen perdagangan yang sebelumnya telah disepakati pada musim panas tahun lalu.