Donald Trump Tegaskan Aliansi AS&Jepang Usai Kunjungi China

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk menegaskan kembali kekuatan aliansi kedua negara pada Jumat, 15 Mei 2026.

Hubungan telepon yang berlangsung selama sekitar 15 menit tersebut dilakukan setelah Trump menyelesaikan kunjungan resminya ke Beijing, China, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kementerian Luar Negeri Jepang dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa kedua pemimpin sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif mengenai berbagai isu utama, termasuk perkembangan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Langkah komunikasi ini dilakukan guna menyelaraskan sikap strategis Tokyo dan Washington pascapertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping, yang menjadi kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke China dalam hampir satu dekade.

Dalam kunjungan yang berjalan hangat tersebut, Presiden Xi Jinping sempat memberikan peringatan kepada Trump mengenai potensi titik panas konflik di Taiwan, meskipun kedua negara tetap berupaya mempererat hubungan ekonomi mereka.

Melalui percakapan ini, Perdana Menteri Takaichi diduga mencari kepastian sikap dari Washington di tengah ketegangan antara Tokyo dan Beijing yang dipicu oleh pernyataannya terkait potensi pengerahan pasukan Jepang jika terjadi invasi China ke Taiwan.

Komentar Takaichi di parlemen sebelumnya telah memicu sanksi pembatasan perdagangan serta peringatan perjalanan dari pihak China, yang membuat hubungan diplomatik kedua negara Asia tersebut berselisih selama berbulan-bulan.

Takaichi yang dikenal memiliki kedekatan dengan Taiwan tercatat pernah mengunggah momen pertemuannya dengan delegasi Taiwan di KTT APEC Korea Selatan, serta telah beberapa kali mengunjungi pulau tersebut saat masih menjabat sebagai anggota parlemen.

Pemerintah China sendiri menganggap isu Taiwan sebagai hal yang sangat sensitif karena memandang pulau tersebut sebagai bagian wilayahnya, dan Beijing tidak mengesampingkan opsi militer untuk mengambil alih kendali penuh atas Taiwan.