Penyerang AS Roma, Donyell Malen, menjadi pahlawan kemenangan timnya melalui gol penalti pada masa tambahan waktu saat bertamu ke markas Parma dalam lanjutan Serie A pada Minggu, 10 Mei 2026. Kemenangan dramatis ini menjaga harapan Giallorossi untuk finis di posisi empat besar demi tiket Liga Champions musim depan.
AS Roma membuka keunggulan pada menit ke-19 setelah Donyell Malen memanfaatkan kesalahan koordinasi lini belakang Parma untuk mencetak gol ke-12 sejak bergabung sebagai pemain pinjaman dari Aston Villa. Dilansir dari vi.nl, keunggulan tersebut sempat sirna setelah Gabriel Strefezza menyamakan kedudukan pasca jeda babak pertama.
Situasi sempat berbalik sulit bagi tim tamu ketika Mandela Keita membawa Parma unggul 2-1 pada menit ke-86 melalui kerja sama dengan Nahuel Estévez. Namun, Devyne Rensch menyamakan skor pada injury time sebelum Malen memastikan kemenangan 3-2 lewat eksekusi penalti menyusul pelanggaran yang dikonfirmasi melalui VAR.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, memberikan kesempatan starter pertama bagi Paulo Dybala sejak Januari lalu untuk memimpin lini serang bersama Matias Soulé dan Malen. Gasperini menegaskan pentingnya memaksimalkan momentum setelah pesaing seperti Milan dan Juventus sempat tersandung pada pekan-pekan sebelumnya.
"This is the right moment for Dybala, he has recovered and already had a few substitute appearances, so he starts today" ujar Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma kepada Sky Sport Italia.
Strategi ofensif ini sempat menemui jalan buntu akibat penampilan gemilang kiper Parma, Dion Suzuki, yang beberapa kali menggagalkan peluang emas Malen. Gasperini mengakui kekuatan pertahanan lawan yang sangat terorganisir dalam menahan gempuran timnya sepanjang pertandingan.
"Parma undoubtedly are very good at defending deep, they are well-organised and earned some good results playing in this style, but can also be dangerous when they attack" kata Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma.
Kemenangan di Stadion Tardini membuat Roma terus menekan Juventus dan AC Milan di papan atas klasemen. Gasperini menekankan bahwa timnya tidak boleh melakukan kesalahan di sisa kompetisi sembari mengharapkan hasil buruk dari tim rival untuk menyalip ke zona Liga Champions.
"This is a fundamental match for us, but we are in good shape going in" tutur Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma.
Terkait persaingan dengan dua klub asal Milan dan Turin, Gasperini memilih untuk fokus pada konsistensi performa anak asuhnya sendiri di lapangan. Penekanan diberikan pada efektivitas tim dalam mengonversi peluang menjadi poin penuh di setiap laga sisa.
"We need to focus on ourselves, because there is no margin for error, all we can do is win and hope. We need Juve to get one game wrong, or Milan two" tegas Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·