DPR dorong mitigasi nasional antisipasi masuknya hantavirus Andes

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Ravindra Airlangga menegaskan kewaspadaan perlu tetap ditingkatkan meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan risiko kesehatan masyarakat global akibat kasus hantavirus varian Andes masih berada pada tingkat rendah.

"Walaupun WHO menyebut risikonya rendah dan ini bukan awal pandemi baru, pemerintah tetap harus menyiapkan langkah mitigasi secara menyeluruh. Kita tidak boleh lengah," kata Ravindra dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Ravindra mengatakan Balai Karantina Kesehatan harus siaga di setiap pintu masuk negara, baik bandara internasional maupun pelabuhan laut.

Pemerintah, lanjut dia, juga diminta melakukan skrining kesehatan secara komprehensif terhadap penumpang kapal dan pesawat, terutama mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari negara berisiko tinggi, seperti negara-negara di Amerika Selatan.

Baca juga: WHO: Wabah penyakit menular kian sering, dampaknya makin luas

Ravindra menjelaskan hantavirus varian Andes merupakan satu-satunya varian hantavirus yang diketahui dapat menular antar-manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

"Varian Andes memiliki karakteristik berbeda, karena dapat menular antar-manusia. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi di Indonesia, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," ujarnya.

Ravindra menambahkan kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia selama ini merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) strain Seoul Virus. Penularannya terjadi secara zoonosis melalui Tikus Got (Rattus norvegicus) dan Tikus Rumah (Rattus rattus), sehingga tidak menular antar-manusia.

Baca juga: Hindari Hantavirus, warga diminta waspada bersihkan kotoran tikus

Legislator Dapil Jawa Barat V itu juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sanitasi lingkungan, pengendalian populasi tikus, serta pengawasan kesehatan di wilayah rawan seperti pelabuhan, gudang logistik, kawasan padat penduduk, dan daerah pasca-banjir.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sistem mitigasi nasional yang terintegrasi, mulai dari surveilans epidemiologi, kapasitas laboratorium, kesiapan rumah sakit, hingga respons cepat di daerah.

"Ketahanan kesehatan nasional harus menjadi bagian penting dari ketahanan negara. Dengan sistem yang kuat, kita dapat mendeteksi dan menangani ancaman penyakit menular secara cepat dan efektif," ucap Ravindra Airlangga.

Baca juga: Menkes pastikan Hantavirus terkendali lewat pemantauan kontak erat

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.