DPR Filipina Setujui Pengaduan Pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina secara bulat menyetujui dua pengaduan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte pada Rabu, 29 April 2026, setelah muncul dugaan penyalahgunaan dana rahasia dan ancaman pembunuhan terhadap pejabat tinggi negara. Melansir Philippine News Agency (PNA), masing-masing pengaduan mendapat 53 suara pendukung tanpa adanya penolakan maupun abstain dari anggota komite.

Gugatan pertama dalam proses hukum ini diajukan oleh Pastor Joel Saballa bersama sejumlah pihak dengan dukungan anggota DPR Leila de Lima. Sementara itu, pengacara Nathaniel Cabrera mengajukan pengaduan kedua yang didukung oleh Wakil Ketua DPR Paolo Ortega V beserta anggota DPR Bienvenido Abante Jr.

Fokus utama kasus ini adalah dugaan penyimpangan dana rahasia sebesar 612,5 juta peso Filipina yang dikelola oleh Kantor Wakil Presiden dan Departemen Pendidikan. De Lima mengungkapkan adanya pola sistematis dalam penyalahgunaan dana tersebut berdasarkan pengakuan perantara dan temuan Biro Investigasi Nasional mengenai ketidaksesuaian tanda terima.

“Kesimpulan kami jelas: terdapat dasar memadai,” kata De Lima dikutip PNA.

Mantan anggota senator tersebut juga menyoroti adanya laporan dari Komisi Audit Filipina yang menolak penggunaan dana rahasia tersebut dan memerintahkan pengembalian uang negara. Otoritas Statistik Filipina bahkan menemukan bahwa banyak nama yang tercantum dalam tanda terima penggunaan dana tidak terdaftar dalam catatan sipil resmi.

Tekanan terhadap Duterte semakin berat setelah munculnya laporan mengenai kekayaan yang tidak dapat dijelaskan sejak tahun 2019. Dewan Anti-Pencucian Uang Filipina mengidentifikasi transaksi mencurigakan senilai 6,77 miliar peso yang melibatkan rekening pribadi sang Wakil Presiden bersama suaminya.

Anggota DPR Bienvenido Abante Jr. turut menyinggung dugaan aliran dana sebesar 125 juta peso yang berpindah dalam waktu kurang dari 24 jam pada Desember 2022. Ia menyebut kesaksian Ramil Madriaga menjadi kunci untuk mengungkap misteri perpindahan uang tunai dalam tas duffel yang diduga berkaitan dengan pendanaan kampanye dari aktivitas ilegal.

Selain masalah keuangan, Duterte menghadapi tuduhan serius terkait ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Tahapan selanjutnya akan membawa laporan komite ini ke sidang pleno DPR untuk menentukan apakah perkara akan dilanjutkan ke tingkat Senat.