DPR Sebut Pernyataan Presiden Prabowo Terkait Dolar untuk Tenangkan Publik

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar Amerika Serikat (AS) bertujuan untuk menjaga ketenangan publik di tengah tekanan nilai tukar rupiah, Senin (18/5/2026).

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya pemimpin untuk meredam kepanikan masyarakat akibat pelemahan mata uang lokal yang sempat menyentuh level Rp17.600-an per dolar AS, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Misbakhun meminta agar ucapan tersebut tidak diartikan secara harfiah melainkan dipahami sebagai bentuk komunikasi politik demi stabilitas sosial.

"Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat Jangan dibaca terlalu eksplisit. Upaya Bapak Presiden adalah menenangkan masyarakat bahwa dolar yang begitu tinggi, masyarakat diminta tenang," kata Misbakhun saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Kondisi ekonomi nasional saat ini dipastikan tetap aman berdasarkan hasil rapat koordinasi Komisi XI DPR dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bahkan diproyeksikan mulai terjadi pada bulan Juli mendatang.

Politikus Partai Golkar tersebut mengimbau masyarakat untuk tidak menyamakan situasi pergerakan kurs saat ini dengan masa menjelang krisis moneter tahun 1998 karena struktur ekonomi Indonesia sekarang jauh lebih kokoh.

"Jangan membandingkan nilai tukar yang ada saat ini dengan nilai tukar pada saat kita menjelang krisis tahun 98. Karena komposisi struktur ekonomi kita saat ini itu berbeda sekali dengan komposisi dan struktur ekonomi Indonesia menjelang tahun 98," pinta Misbakhun.

Upaya Presiden Prabowo tersebut juga ditegaskan bukan untuk memicu polarisasi antara kelompok masyarakat kaya dan miskin, ataupun mengabaikan dampak riil dari fluktuasi mata uang asing terhadap harga barang pokok di daerah.

Misbakhun menepis kritik dari sejumlah pengamat yang menilai kepala negara tidak memahami korelasi antara pelemahan rupiah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga sektor pangan di tingkat desa.

"Kalau kemudian ada pengamat membandingkan dengan 'Oh BBM kita diimpor pakai dolar'. Ya semua orang tahu. Tapi pesan itu adalah pesan seorang pemimpin kepada rakyatnya dalam rangka menenangkan kemudian diadu dengan argumentasi teknis, ya tidak nyambung. Orang tujuannya menenangkan, untuk menjaga stabilitas ketenangan psikologis masyarakat," beber Misbakhun.

Presiden ingin mencegah timbulnya rumor negatif yang dapat menggelinding di tengah ruang publik dan berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional.

"Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar, di warung indomie ngomongin dolar, terus di mana-mana ngomongin dolar. Terus apakah mereka benar bahwa beli indomie, beli kopi pakai dolar? Tidak kan? Ada dampaknya kepada mereka? Ya. Tapi ingat bahwa tujuan Presiden itu menenangkan masyarakat," tutup Misbakhun.