Dua orang dilaporkan tewas akibat serangan pesawat tanpa awak atau drone milik militer Ukraina yang menghantam kota Syzran di wilayah Samara, Rusia barat daya, pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.
Aksi saling serang antara kedua pihak terus berlanjut tanpa menunjukkan tanda-tanda konflik akan berakhir, seperti dilansir dari Detikcom yang mengutip kantor berita AFP.
"Angkatan bersenjata Ukraina menyerang kota Syzran dengan drone-drone," tulis Gubernur Samara, Vyacheslav Fedorishchev di Telegram.
Fedorishchev mengonfirmasi adanya dua korban jiwa serta beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut. Lokasi gempuran drone tersebut berada di area kilang minyak utama wilayah Samara.
Serangan jarak jauh ini kerap dilancarkan militer Ukraina hingga radius ribuan mil ke dalam wilayah Rusia. Langkah tersebut diklaim sebagai bentuk pembalasan atas gempuran hampir setiap hari oleh tentara Rusia ke kota-kota Ukraina selama konflik yang telah berlangsung empat tahun.
Otoritas Ukraina menegaskan bahwa sasaran operasi mereka adalah situs militer dan instalasi energi Rusia. Penargetan ini bertujuan mengganggu pendapatan bahan bakar fosil yang digunakan Moskow untuk mendanai agresi militer ke Ukraina.
Di sisi lain, upaya diplomatik untuk menyudahi perang yang dipimpin oleh Washington sampai saat ini masih menemui jalan buntu. Situasi semakin rumit lantaran perhatian Amerika Serikat telah teralihkan ke perang melawan Iran sejak akhir Februari lalu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·