Sebanyak 12 juta penggemar Real Madrid menandatangani petisi daring yang menuntut kepergian Kylian Mbappe menyusul ketidakpuasan publik atas sikap sang penyerang di dalam maupun luar lapangan. Langkah ini muncul saat Los Blancos terancam kehilangan gelar La Liga setelah tertinggal 11 poin dari FC Barcelona dengan sisa empat pertandingan.
Gelombang protes suporter tersebut dipicu oleh anggapan bahwa Mbappe merupakan sumber masalah utama di internal klub, meskipun ia telah mengoleksi 41 gol dari 41 pertandingan musim ini. Selain tersisih dari persaingan liga domestik, Real Madrid juga dipastikan tersingkir dari kompetisi Liga Champions.
Hubungan antarpemain di dalam skuad dikabarkan sedang memanas karena Mbappe dilaporkan tidak akur dengan sejumlah rekan setim. Dilansir dari Goal, nama Vinicius Jr. dan Jude Bellingham disebut-sebut sebagai pemain yang tidak disukai oleh penyerang asal Prancis tersebut.
Situasi semakin memburuk setelah muncul laporan mengenai perlakuan istimewa yang diterima Mbappe di saat ia sedang mengalami cedera. Alih-alih menetap di klub untuk menjalani proses pemulihan fisik, sang pemain justru kedapatan menghabiskan waktu berlibur di atas kapal pesiar di kawasan Sisilia.
Ketegangan juga sempat terjadi dalam sesi latihan baru-baru ini yang melibatkan staf kepelatihan. The Athletic melaporkan pada Selasa bahwa Mbappe sempat memarahi seorang asisten dari Alvaro Arbeloa karena merasa tidak puas atas keputusan offside dalam sebuah pertandingan latihan.
Dari sisi finansial, beban gaji Mbappe turut menjadi sorotan tajam bagi para pendukung Madrid yang menuntut dedikasi tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun Marca, Mbappe menerima upah sebesar 35 juta euro per tahun, nilai yang sudah mencakup berbagai bonus di dalam kontraknya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·