Makassar (ANTARA) - Dua calon haji asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan tertunda keberangkatannya ke Makkah, Arab Saudi karena kondisi fisiknya mengalami penurunan sebelum diterbangkan.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail di Makassar, Rabu, mengatakan, dua calon haji itu untuk sementara ditunda dulu keberangkatannya karena sedang sakit dan dalam pemantauan tim kesehatan.
"Kondisinya tidak laik terbang karena sedang sakit dan sudah ditangani tim kesehatan. Kalau kondisinya sudah membaik, insya Allah akan diterbangkan di kloter berikutnya," ujarnya.
Dua calon haji yang sakit di Asrama Haji Sudiang Makassar itu yakni Syamsiah Rusdi (45) dan Nurhayati Laraufe (55) asal Kabupaten Soppeng yang tergabung dalam Kloter 21.
Kloter 21 itu terdiri atas 331 calon haji asal Kabupaten Soppeng, 31 lainnya dari Kabupaten Gowa, dan 23 calon haji dari Kabupaten Enrekang, ditambah enam orang petugas pendamping haji, sehingga total keseluruhan sebanyak 391 orang.
Baca juga: 5.671 calon haji telah berangkat ke Tanah Suci lewat Embarkasi Batam
Ikbal yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Sulawesi Selatan berharap semua yang telah dinyatakan laik terbang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan mabrur.
Sebelum pemberangkatan, JCH Kloter 21 itu mengikuti rangkaian proses penerimaan dan persiapan keberangkatan di Aula Mina, Asrama Haji Sudiang.
“PPIH telah menyiapkan sejumlah tahapan layanan, mulai dari penempatan akomodasi, pembagian gelang identitas, penyaluran biaya hidup (living cost), pemeriksaan kesehatan, hingga pendataan khusus bagi wanita usia subur,” jelasnya.
Terkait pemeriksaan kesehatan dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh jamaah memenuhi syarat terbang. Pendataan juga dilakukan secara menyeluruh, termasuk bagi jamaah dengan riwayat penyakit maupun kategori khusus lainnya.
Selain itu, Ikbal menitipkan pesan kepada para JCH agar memperbanyak ibadah dan memperbanyak minum air karena suhu di Madinah dan Makkah berkisar 45 derajat Celsius.
Baca juga: Kloter pertama 393 calon haji Aceh tiba di Madinah
Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·