Dua Jenazah WN Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Dibawa ke RSUD Tobelo

Sedang Trending 5 jam yang lalu
Dua Jenazah WN Singapura yang merupakan korban erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara dibawa ke RSUD Tobelo dengan ambulans. Foto: Dok. Istimewa

Jenazah dua warga negara Singapura korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu (10/5).

Kedua korban itu bernama Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27). Jenazah keduanya saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo.

Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M Lumbun Gaol, mengatakan total terdapat tiga korban tewas yang telah berhasil ditemukan. Namun, korban tewas lainnya atas nama Angel Krishela Pradita telah lebih dulu dibawa ke Ternate.

“Tiga jenazah sudah berada di RSUD Tobelo. Namun untuk korban atas nama Angel telah dibawa ke Ternate untuk diambil pihak keluarga,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Setelah tiba di RSUD Tobelo, tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Maluku Utara akan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban WN Singapura itu.

Pemulangan Tunggu Kedubes Singapura

Proses pencarian pendaki korban erupsi Gunung Dukono oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Kodam XV/ PATTIMURA

Alex menambahkan, pemulangan dua jenazah WN Singapura masih menunggu hasil pemeriksaan DVI Polri dan koordinasi dengan pihak Kedutaan Singapura.

"Untuk pemulangan dua WN Singapura itu setelah dari pemeriksaan DVI Polri dan dikembalikan kewenangannya ke Kedutaan Singapura," ujar Alex.

Selama proses pencarian berlangsung, perwakilan Kedutaan Besar Singapura turut berada di Posko Pengamatan Gunung Dukono. Dua perwakilan yang hadir yakni First Secretary, Sharon Chan dan Third Secretary, Khairul Anwar Abdul Wahab.

Kehadiran mereka untuk memantau langsung penanganan para korban erupsi yang diketahui merupakan warga negara Singapura.

“Itu kewenangan dari Kedutaan Singapura, kebetulan dari Kedutaan ikut standby di posko evakuasi. Jadi mereka mendampingi hingga saat ini di RSUD Tobelo,” pungkasnya.