Tokyo (ANTARA) - Dua anggota marinir Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Prefektur Okinawa, prefektur paling selatan Jepang, ditangkap oleh polisi setempat pada Minggu (26/4), masing-masing atas dugaan masuk tanpa izin dan mengemudi dalam keadaan mabuk, seperti dilaporkan media setempat.
Menurut Kyodo News, satu marinir ditangkap pada Minggu (26/4) pagi waktu setempat karena diduga menerobos masuk ke sebuah hotel di Okinawa. Sementara yang lainnya ditangkap sekitar tengah hari atas dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Kedua tersangka membantah tuduhan tersebut.
Okinawa menjadi lokasi bagi 70 persen dari seluruh pangkalan militer AS di Jepang, meski luasnya hanya 0,6 persen dari total luas daratan negara tersebut.
Tindak kejahatan yang dilakukan oleh personel militer AS yang ditempatkan di prefektur tersebut, termasuk pelanggaran berat seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan, telah lama menjadi isu yang serius dan terus berlanjut.
Statistik resmi menunjukkan pada 2025 saja, polisi setempat menangani lebih dari 100 kasus kriminal yang melibatkan anggota militer AS dan personel terkait.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·