Dua anggota kompi polisi CRS yang tengah bertugas di Nice, Alpes-Maritimes, ditahan pada Rabu, 22 April 2026, atas dugaan tindak kekerasan dan pencurian berat. Penangkapan ini dilakukan setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan aksi penganiayaan terhadap seorang pemuda di kawasan Ariane pada Sabtu dini hari.
Jaksa penuntut umum mengungkapkan bahwa penyelidikan bermula dari video yang direkam oleh ayah korban sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Rekaman tersebut kemudian dipublikasikan oleh media lokal Nice-Matin dan menjadi bukti kunci dalam kasus ini.
Berdasarkan keterangan jaksa dalam rilis resminya, korban yang lahir pada tahun 2003 melaporkan bahwa perselisihan bermula saat dua pria dalam kondisi mabuk merasa tersinggung ketika korban sedang menelepon di dalam mobilnya.
"qu’une dispute a éclaté avec deux individus alcoolisés qui pensaient avoir été insultés par lui alors qu'il téléphonait dans sa voiture" papar Jaksa Nice dalam pernyataannya.
Dalam laporan tersebut, jaksa menjelaskan kronologi penganiayaan yang dialami korban di depan kediamannya sendiri. Korban dilaporkan sempat mencoba menjauh dari lokasi setelah mendapat serangan awal.
"recevait plusieurs coups au visage et était amené au sol. Il parvenait à se relever et à s’éloigner en traitant de 'lâches' les deux mis en cause" tutur pihak kejaksaan berdasarkan keterangan korban.
Penyerangan tidak berhenti di situ karena kedua pelaku kembali mengejar dan memukul korban hingga terjatuh. Jaksa menambahkan bahwa korban sempat meminta tetangganya untuk memanggil bantuan polisi sebelum para pelaku mengklaim identitas mereka.
"'c’était eux la police'" jelas pihak kejaksaan menirukan ucapan pelaku saat kejadian.
Selain kekerasan fisik, salah satu tersangka diduga mengambil barang-barang milik korban yang terjatuh saat insiden berlangsung. Barang yang hilang mencakup uang tunai sebesar 100 euro dan surat izin mengemudi (SIM).
Pengacara korban, Me Sefen Guez Guez, menyatakan apresiasinya terhadap respons cepat sistem peradilan. Namun, ia juga melontarkan kritik tajam terhadap perilaku oknum aparat tersebut.
"sa satisfaction" ungkap Me Sefen Guez Guez kepada AFP terkait langkah hukum yang diambil.
Ia menegaskan bahwa tindakan para petugas yang seharusnya mengayomi masyarakat tersebut sangat tidak bisa ditoleransi. Ia menyayangkan suasana kota yang dicemari oleh tindakan semena-mena oknum kepolisian.
"colère de voir des effectifs de police se comporter comme s'ils faisaient un safari dans les rues de Nice" tegas Me Sefen Guez Guez.
Kedua petugas yang masing-masing lahir pada tahun 1998 dan 1999 tersebut telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian bersama atasan mereka sebelum akhirnya resmi ditempatkan dalam tahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·