Kejaksaan Nice menahan dua anggota polisi dari satuan CRS pada Rabu, 22 April 2026, atas dugaan penganiayaan berat dan pencurian terhadap seorang pria berusia 24 tahun. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 05.00 waktu setempat di distrik Ariane, Nice timur.
Penyelidikan dipicu oleh laporan korban yang mengaku dipukul dan dirampok oleh dua individu saat sedang menelepon di dalam mobilnya. Kasus ini menarik perhatian publik setelah pengacara korban, Sefen Guez Guez, mengunggah video kejadian tersebut ke media sosial pada Selasa malam.
Jaksa penuntut umum mengungkapkan bahwa kedua tersangka lahir pada tahun 1998 dan 1999. Mereka menyerahkan diri ke kantor polisi bersama atasan mereka sebelum akhirnya dijebloskan ke dalam tahanan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pengacara korban, Sefen Guez Guez, menekankan bahwa video tersebut menjadi bukti krusial dalam kasus kekerasan yang melibatkan aparat keamanan ini.
"un nouveau dossier de violence policière présumée" tulis Guez Guez, Pengacara korban.
Guez Guez menambahkan bahwa dalam rekaman tersebut terlihat pelepasan kekerasan yang sangat brutal oleh dua individu yang mengaku sebagai polisi.
"véritable déchaînement de violence de la part de deux individus se revendiquant policiers" tulis Guez Guez, Pengacara korban.
Dalam wawancara dengan media Anadolu, Guez Guez menyatakan adanya dugaan kuat bahwa para pelaku memang benar merupakan anggota kepolisian yang sedang bertugas.
"Nous demandons que toute lumière soit faite sur cette affaire. Aujourd’hui il y a une présomption que ce sont effectivement des policiers qui ont agi. J’aimerais me tromper" ujar Guez Guez, Pengacara korban.
Berdasarkan keterangan dalam berkas pengaduan, korban mengalami luka-luka di bagian wajah, telinga, dan anggota tubuh lainnya. Selain mendapatkan kekerasan fisik, korban melaporkan kehilangan uang tunai sebesar 100 euro serta surat izin mengemudi (SIM) yang diduga diambil oleh pelaku saat ia terjatuh.
Pihak kejaksaan mengonfirmasi detail pencurian tersebut dalam pernyataan resminya terkait barang-barang milik korban yang hilang di lokasi kejadian.
"Alors qu’il demandait à un voisin présent d’appeler la police, les mis en cause indiquaient que c’était eux la police. Tandis qu’il était au sol, un des mis en cause lui dérobait différents objets tombés, dont une somme de 100 euros et son permis de conduire" tulis pernyataan resmi Jaksa penuntut umum.
Korban telah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Pasteur Nice yang mencatat adanya luka abrasi dan hematom di beberapa bagian tubuh. Saat ini, kedua petugas polisi tersebut masih menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·