Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menerima kunjungan jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026) malam. Pertemuan tersebut difokuskan untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan terkini situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, dialog ini bertujuan untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman terkait konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Faisal menekankan pentingnya informasi yang akurat mengingat dampak ketegangan wilayah tersebut berpengaruh luas ke seluruh dunia.
"Izinkan kami untuk menyampaikan kepada para ulama di yang dalam kepada para ulama di majelis ulama mengenai perkembangan update tentang geopolitik di kawasan Timur Tengah," kata Faisal dalam sambutannya.
Pihak kedutaan merasa perlu memberikan klarifikasi untuk menghindari disinformasi yang beredar di masyarakat internasional. Faisal mengidentifikasi adanya persepsi yang keliru mengenai posisi Kerajaan Arab Saudi dalam dinamika konflik yang sedang berlangsung.
"Dan mungkin dalam beberapa, ada beberapa pandangan atau misleading informasi, peristiwa tersebut di mana peristiwa ini menyangkut berkaitan erat dengan seluruh dunia tak terkecuali," tambahnya.
Diplomat senior tersebut menegaskan bahwa Arab Saudi secara konsisten menunjukkan sikap menahan diri di tengah eskalasi yang meningkat. Ia juga memberikan klarifikasi tegas mengenai posisi teritorial kerajaan terhadap potensi serangan militer.
"Padahal kami sebelum terjadinya atau meletusnya perang ini menegaskan jaminan kami Kerajaan Arab Saudi bahwa kami tidak bersedia, dan kami menolak untuk dijadikan teritorial kami wilayah kami, laut kami, angkasa kami dijadikan tempat untuk menyerang Iran," sebutnya.
Meskipun telah bersikap netral, Faisal menyayangkan adanya serangan yang justru diarahkan ke wilayah Saudi. Ia memperingatkan bahwa ketegangan bersenjata ini telah memicu krisis ekonomi global yang berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat luas.
"Dan tentu kita lihat juga bahwa dampaknya ini telah ketara sekali, kelihatan sekali terutama meningkatnya harga-harga tiket kemudian harga BBM, harga energi, kemudian supply chain juga mengalami peningkatan harganya," sebutnya.
Merespons penjelasan tersebut, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar mengapresiasi sambutan pihak kedutaan. Ia menegaskan posisi dasar Indonesia yang secara tegas menolak segala bentuk aneksasi atau penjajahan antarnegara di panggung dunia.
"Ada beberapa prinsip yang menjadi pegangan kami di dalam memahami dan mensikapi kegaduhan dan geopolitik yang terjadi di negara kita semuanya di kawasan ini. Yang pertama adalah bahwa kami sebuah negara yang tidak membenarkan adanya sebuah penjajahan dari satu negara ke negara yang lain," kata Anwar.
Selain membahas stabilitas keamanan, Anwar juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi pelayanan jemaah asal Indonesia. Ia memastikan komitmen umat Islam di Indonesia untuk mendukung stabilitas di dua kota suci.
"Tentu sebagai wujud komitmen kami sesama muslim, sebagai bangsa Indonesia untuk tetap bersama-sama dengan Pemerintah Arab Saudi untuk menjaga Haramain, untuk menjaga tanah suci kami bersama," tuturnya.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang serta jajaran pimpinan pusat MUI termasuk Cholil Nafis, Amirsyah Tambunan, Misbahul Ulum, Asrorun Ni'am Sholeh, Siti Ma'rifah, Masduki Baidlowi, dan Asrori S Karni.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·