Washington (ANTARA) - Diplomat Kuba di Washington DC, Amerika Serikat, mengatakan bahwa rakyat Kuba akan membela tanah airnya menghadapi kemungkinan serangan militer AS terhadap negara kepulauan tersebut.
"Kami bersiap membela diri kami sendiri," kata Duta Besar Kuba untuk AS Lianys Torres Rivera dalam sebuah wawancara bersama media The Hill, dirilis Jumat.
"Dan soal bagaimana kami mempersiapkan diri, kami tak melakukannya untuk tindakan ofensif. Kami tidak bersiap menjadi pihak yang bertindak pertama terhadap wilayah AS ataupun rakyat AS. Kami tidak akan melakukannya," kata dia.
Torres Rivera memperingatkan bahwa serangan terhadap Kuba "akan menjadi pertumpahan darah". Kuba tak ingin warganya, begitu pula "seorang pun tentara AS", mati di Kuba, kata dia.
Pernyataan Dubes Kuba itu disampaikan di tengah kelangkaan minyak parah dan krisis energi berkepanjangan yang dihadapi Kuba akibat blokade AS.
Sembari menyatakan bahwa "kedaulatan, kemerdekaan, dan hak menentukan nasib sendiri" bagi Kuba tak dapat ditawar-tawar, Torres Rivera menegaskan bahwa Havana bukan merupakan ancaman bagi AS.
"Kami adalah sebuah negara kepulauan kecil yang ingin dibiarkan menentukan masa depan yang diinginkan rakyat Kuba sendiri," kata dia.
Krisis energi di Kuba semakin parah setelah AS, pada Januari lalu, menculik Nicolas Maduro, presiden Venezuela yang menjadi pemasok energi penting bagi Kuba. AS juga mengancam tarif baru bagi negara-negara yang menjual atau memasok minyak untuk Kuba.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Meksiko kirim kapal kelima yang angkut bantuan kemanusiaan ke Kuba
Baca juga: AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·