Eddy Soeparno Dukung Prioritas Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan skala prioritas bagi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan untuk mendahulukan anak-anak yang paling membutuhkan tersebut dinilai realistis mengingat keterbatasan ruang fiskal pemerintah saat ini pada Sabtu (18/4/2026).

Penyaluran program yang lebih tepat sasaran menjadi poin krusial dalam evaluasi kebijakan ini sebagaimana dilansir dari Detikcom. Eddy menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah adalah memastikan siswa dengan tingkat kebutuhan tertinggi mendapatkan haknya terlebih dahulu sesuai arahan kepala negara.

"Sejak awal pemerintahan beliau, Presiden selalu bekerja berdasarkan prinsip 'no one is left behind', khususnya bagi masyarakat yang rentan secara ekonomi dan paling membutuhkan," tegas Eddy dalam keterangannya, Sabtu (18/4/2026).

Penetapan prioritas pada daerah-daerah yang rentan terhadap kemiskinan dan masalah gizi dianggap sebagai perwujudan dari prinsip keadilan sosial. Hal ini juga menjadi strategi pemerintah dalam upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara nasional.

"Keputusan ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan. Prioritas kepada daerah yang membutuhkan merupakan bentuk konkret dari kebijakan yang berbasis kebutuhan di daerah-daerah yang rentan gizi maupun kemiskinan," ujarnya.

Keakuratan data menjadi faktor penentu agar program ini tidak salah sasaran di masa mendatang. Eddy menekankan pentingnya transparansi dalam proses distribusi asupan gizi yang disediakan oleh negara bagi para penerima manfaat.

"Kami berharap bahwa pemberian MBG ke depannya didasarkan pada keakurasian data agar mereka yang berhak menerima MBG, senantiasa mendapatkan asupan gizi yang disediakan oleh negara," ujarnya.

Di sisi lain, Politisi PAN ini mengungkapkan adanya temuan masalah di lapangan terkait pelaksanaan teknis oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menerima laporan mengenai ketidaksesuaian kualitas dan volume porsi makanan yang dibagikan kepada anak-anak di sejumlah wilayah.

"Dalam berbagai kunjungan ke daerah kami mendapatkan masukan tentang SPPG yang belum amanah menjalankan fungsinya dengan mengurangi volume atau kualitas makanan yang sudah menjadi haknya para penerima," ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Eddy mendesak para pengelola layanan gizi untuk menjaga integritas dalam menjalankan tugas negara. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencari keuntungan pribadi melalui pengurangan hak nutrisi bagi generasi muda.

"Ingat, mengambil hak orang lain itu tidak saja salah tetapi juga menunjukkan rendahnya moral si pelaku. Oleh karenanya saya menghimbau seluruh pengelola SPPG untuk memberikan kualitas dan layanan makanan yang terbaik untuk anak-anak kita," tutup Eddy Soeparno, Wakil Ketua Umum PAN.