Elon Musk dan Sam Altman Saling Tuding dalam Sidang OpenAI

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Persidangan antara Elon Musk melawan Sam Altman memasuki babak argumen penutup pada Jumat (15/5/2026), dengan kedua belah pihak saling melontarkan tuduhan mengenai kredibilitas dan niat komersial di balik pengembangan OpenAI.

Dilansir dari Detik iNET, pengacara Elon Musk, Steven Molo, menegaskan kepada dewan juri bahwa Sam Altman tidak dapat dipercaya berdasarkan kesaksian dari lima saksi kunci, termasuk mantan Kepala Ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever.

"Kredibilitas Sam Altman menjadi masalah langsung dalam kasus ini. Jika Anda tidak mempercayainya, mereka tidak dapat menang," kata Molo.

Pernyataan tersebut merujuk pada pemeriksaan silang di mana Altman disebut tidak memberikan jawaban tegas mengenai kejujurannya dalam menjalankan bisnis. Molo menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi nirlaba demi memperkaya investor serta mengabaikan aspek keamanan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi serangan tersebut, Sarah Eddy selaku pengacara pihak OpenAI menyatakan bahwa Musk sebenarnya sudah mengetahui kebutuhan pendanaan besar perusahaan sejak tahun 2017. Ia berargumen bahwa Musk justru ingin memegang kendali penuh atas organisasi tersebut.

"Tuan Musk ingin mengubah OpenAI menjadi perusahaan yang berorientasi laba yang dapat ia kendalikan," ujar Eddy.

Eddy menambahkan bahwa para pendiri OpenAI lainnya menentang keinginan Musk untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan umum (AGI) secara personal.

"But the other founders refused to hand over control of AGI to one person, let alone Elon Musk," lanjut Eddy.

Pihak OpenAI juga mempertanyakan konsistensi Musk yang mengklaim berjuang untuk kemanusiaan namun tetap mengoperasikan xAI sebagai entitas berorientasi laba. Eddy pun menyoroti klaim Musk yang mengaku tidak membaca dokumen rencana investasi luar pada 2018 sebagai bentuk 'amnesia selektif'.

Perwakilan hukum Microsoft, Russell Cohen, turut memberikan pernyataan penutup yang menegaskan posisi perusahaan sebagai mitra yang bertanggung jawab tanpa terlibat langsung dalam konflik internal tersebut. Saat argumen berlangsung, Altman dan Greg Brockman hadir di pengadilan, sementara Elon Musk dilaporkan sedang berada di China.