Meredanya tensi geopolitik dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi sehingga membuka peluang suku bunga tidak bertahan tinggi lebih lama.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,7 persen menjadi 4.719,68 Dolar AS per ons. Penguatan terjadi meski sempat ada baku tembak terbaru antara AS dan Iran. Iran menyebut situasi kembali stabil, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan gencatan senjata tetap berlaku.
Kontrak berjangka emas AS ditutup 0,4 persen lebih tinggi pada level 4.730,70 Dolar AS.
Sentimen pasar juga ditopang data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan. Ekonomi AS tercatat menambah 115 ribu lapangan kerja bulan lalu, melampaui estimasi 62 ribu, yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid.
Sementara itu, harga perak melonjak di atas 80 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak pertengahan Maret, dengan kenaikan mingguan diperkirakan melampaui 7 persen. Pergerakan perak sejalan dengan penguatan emas di tengah membaiknya sentimen pasar global.
Meski demikian, sejak perang pecah pada akhir Februari, emas masih terkoreksi lebih dari 10 persen dan perak turun hampir 14 persen. Pelemahan sebelumnya dipicu lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperumit arah kebijakan suku bunga global. 
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·