Erika Carlina Gelar Tedhak Siten untuk Baby Enduw pada 3 April 2026

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Aktris Erika Carlina melangsungkan prosesi adat Jawa sakral, Tedhak Siten, bagi putra tercintanya, Andrew Raxy Neil, yang dikenal sebagai Baby Enduw, pada Jumat, 3 April 2026. Acara tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kebahagiaan dan rasa syukur atas perkembangan putranya.

Kabar mengenai perayaan tujuh bulanan ini dibagikan oleh Erika melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah poster undangan digital bergaya klasik, bernuansa hitam-putih, yang menonjolkan estetika etnik. Poster tersebut menampilkan Baby Enduw yang menggemaskan dengan busana tradisional Jawa lengkap beserta blangkon batik.

Nuansa budaya Jawa semakin kental dengan latar belakang poster yang dihiasi siluet rumah joglo dan gunungan wayang. Simbol-simbol ini merepresentasikan filosofi kehidupan masyarakat Jawa dan menambahkan makna mendalam pada perayaan tersebut.

Erika Carlina memberikan sinyal kepada para penggemar bahwa momen sakral Tedhak Siten ini berpotensi dibagikan secara luas. Melalui fitur jajak pendapat di Instagram Story pada Jumat pagi, Erika menanyakan kepada pengikutnya tentang kemungkinan penyiaran acara tersebut secara langsung.

Dalam unggahannya tersebut, Erika menulis, "7 bulanan Enduw Live Marapthon / Jangan?" Pertanyaan ini sontak memicu antusiasme tinggi dari warganet. Banyak di antara mereka yang mengungkapkan ketidaksabaran untuk menyaksikan momen ikonik ketika Baby Enduw masuk ke dalam kurungan ayam.

Momen pemilihan benda-benda simbolis dari dalam kurungan ayam ini dipercaya mencerminkan minat dan potensi masa depan sang anak. Tradisi ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dalam prosesi Tedhak Siten.

Persiapan Acara dan Makna Filosofis Tedhak Siten

Untuk memastikan kelancaran acara dan kesesuaian dengan pakem tradisi, Erika dikabarkan telah berkolaborasi dengan tim profesional dalam pengaturan ritual. Tedhak Siten sendiri merupakan tradisi turun-tanah yang dilaksanakan saat bayi menginjak usia tujuh hingga delapan bulan.

Ritual ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah wujud rasa syukur orang tua kepada Tuhan dan permohonan doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sukses, serta memiliki karakter tangguh dalam menghadapi kehidupan di masa depan.