RCD Espanyol berhasil mengakhiri periode negatif selama 143 hari tanpa kemenangan di kompetisi La Liga setelah menumbangkan Athletic Club dengan skor 2-0 pada Kamis (14/5) dini hari WIB. Kemenangan pada pekan ke-36 di RCDE Stadium ini sekaligus memutus rentetan 18 pertandingan beruntun tanpa poin penuh bagi klub asal Catalonia tersebut.
Hasil positif ini membuat tim berjuluk Los Pericos tersebut naik ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan perolehan 42 poin. Sebagaimana dilansir dari Medcom, tambahan tiga angka ini sangat krusial bagi upaya klub untuk menjauh dari ancaman degradasi ke kasta kedua pada musim depan.
Pelatih Espanyol, Manolo Gonzalez, tidak mampu menyembunyikan sisi emosionalnya di pinggir lapangan setelah peluit panjang dibunyikan. Gonzalez mengungkapkan bahwa dirinya mengalami tekanan mental yang berat, terlebih setelah kehilangan anggota keluarganya di tengah keterpurukan performa tim.
"Setelah kematian paman saya, ini menjadi periode terburuk dalam hidup saya," kata Gonzalez.
Kondisi sulit tersebut diperparah dengan posisi Espanyol yang terus melorot ke papan bawah pada paruh kedua musim, meski sempat bersaing di papan atas pada awal kompetisi. Sang pelatih mengakui bahwa situasi ini memberikan beban moral yang nyata bagi orang-orang terdekatnya.
"Saya merasa sangat lega. Banyak orang tidak tahu seberapa besar penderitaan yang kami rasakan selama periode ini," ujar Gonzalez.
Meskipun tren negatif telah terhenti, posisi Espanyol saat ini dinilai belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta karena ketatnya selisih poin di zona bawah. Tim dijadwalkan menghadapi dua laga penentu di sisa kompetisi musim ini untuk memastikan tempat mereka di kasta tertinggi.
Perjuangan untuk bertahan di kompetisi utama tersebut akan berlanjut saat mereka bertamu ke markas Osasuna pada 18 Mei mendatang. Jadwal pertandingan liga bagi Los Pericos kemudian akan ditutup dengan menjamu Real Sociedad pada 24 Mei.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·