Federasi Sepak Bola Inggris (FA) resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan dan denda sebesar £30.000 kepada bek Manchester United, Harry Maguire. Sanksi ini diberikan menyusul kartu merah dan perilaku tidak pantas sang pemain saat menghadapi AFC Bournemouth pada Jumat, 20 Maret.
Hukuman tersebut diumumkan setelah Komisi Regulasi independen melakukan tinjauan terhadap insiden yang melibatkan Maguire di menit ke-78. Selain pengusiran dari lapangan akibat pelanggaran profesional, bek berusia 33 tahun itu dilaporkan menunjukkan reaksi keras dan terlibat adu argumen dengan ofisial pertandingan.
Pihak otoritas sepak bola Inggris menegaskan bahwa tindakan Maguire setelah menerima kartu merah menjadi poin utama pemberatan sanksi. Dalam pernyataan resminya, FA merinci dasar keputusan yang diambil oleh komisi independen terkait perilaku mantan kapten Setan Merah tersebut.
"Komisi Regulasi independen telah menjatuhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan dan denda £30.000 kepada Harry Maguire dari Manchester United FC. Bek tersebut didakwa setelah dikeluarkan dari lapangan pada menit ke-78 dalam pertandingan Premier League melawan AFC Bournemouth pada Jumat, 20 Maret." papar FA dalam pernyataan tertulisnya.
Pihak federasi menambahkan bahwa sang pemain telah mengakui segala tuduhan yang diarahkan kepadanya. Hal ini berkaitan dengan sikap Maguire terhadap wasit keempat sesaat setelah ia diperintahkan meninggalkan area permainan oleh wasit utama.
"Diduga Harry Maguire bertindak tidak pantas dan/atau menggunakan kata-kata kasar dan/atau menghina dan/atau berperilaku tidak sopan terhadap wasit keempat setelah ia diusir. Bek tersebut kemudian mengakui tuduhan tersebut." lanjut pernyataan FA.
Absennya Maguire menambah beban bagi pelatih Michael Carrick yang juga kehilangan Lisandro Martinez akibat hukuman kartu merah saat melawan Leeds United. Martinez sendiri terancam sanksi tambahan menyusul insiden penarikan rambut lawan yang dikategorikan sebagai pelanggaran berat.
Kepala badan wasit Inggris, Howard Webb, memberikan penjelasan mengenai standar ketegasan yang diterapkan pada musim ini. Menurutnya, pedoman mengenai tindakan kekerasan seperti menarik rambut telah disosialisasikan kepada seluruh klub Premier League sebelum kompetisi dimulai.
"Selama beberapa tahun terakhir, tindakan di mana pemain menarik rambut lawan dianggap sebagai perilaku kekerasan. Dalam pedoman yang kami berikan kepada klub sebelum musim dimulai, buku yang diterbitkan oleh Premier League, menjambak rambut seseorang dengan paksa dianggap sebagai tindakan kekerasan dan pemain akan dikeluarkan dari lapangan," tegas Howard Webb.
Krisis di lini pertahanan ini memaksa Manchester United untuk mencari solusi alternatif menjelang laga krusial menghadapi Chelsea. Kehilangan dua pilar utama secara bersamaan menjadi tantangan besar bagi Carrick dalam menjaga konsistensi performa tim di fase akhir musim 2025/2026.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·