Winger Chelsea Mykhailo Mudryk dijatuhi hukuman larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama empat tahun oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA). Sanksi berat ini diberikan setelah pemain asal Ukraina tersebut dinyatakan positif menggunakan zat peningkat performa jenis meldonium.
Hukuman tersebut berdampak langsung pada karier Mudryk yang sudah tidak diperbolehkan bertanding maupun berlatih bersama skuad The Blues sejak Desember. Pelanggaran aturan anti-doping ini terdeteksi karena meldonium diketahui mampu merangsang pasokan oksigen ke dalam aliran darah atlet secara ilegal.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport, penyelidikan intensif FA menyimpulkan bahwa Mudryk bersalah atas penggunaan zat terlarang tersebut. Akibat keputusan final ini, mantan pemain Shakhtar Donetsk itu diprediksi baru bisa kembali merumput di lapangan hijau pada tahun 2030 mendatang.
Kondisi ini memicu pertimbangan serius dari pihak manajemen Chelsea untuk segera memutus kontrak kerja sang pemain lebih awal. Padahal, Mudryk masih memiliki ikatan kontrak di Stamford Bridge hingga tahun 2031 setelah didatangkan dengan nilai transfer mencapai 62 juta paun.
Dampak finansial juga dirasakan oleh klub asalnya, Shakhtar Donetsk, yang terancam kehilangan potensi pemasukan dari klausul bonus sebesar 27 juta paun. Selama berseragam Chelsea, Mudryk tercatat hanya sempat tampil sebanyak 73 kali dengan kontribusi 10 gol serta 11 assist di bawah asuhan beberapa manajer berbeda.
Menanggapi vonis empat tahun tersebut, pihak Mykhailo Mudryk menyatakan tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak dengan sengaja mengonsumsi zat doping. Sebagai langkah hukum lanjutan, sang pemain berencana mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membatalkan hukuman dari otoritas sepak bola Inggris tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·