Mantan pelatih Tim Nasional Inggris, Fabio Capello, memberikan peringatan keras kepada manajer Thomas Tuchel mengenai beban psikologis dan fisik yang menghantui skuad The Three Lions menjelang putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Berbicara kepada BBC Sport pada Rabu, 22 April 2026, pria asal Italia tersebut mengidentifikasi bahwa rasa takut dan kelelahan kronis merupakan rintangan utama yang dapat menggagalkan ambisi Inggris untuk meraih trofi juara dunia.
"Itu adalah masalah besar bagi Timnas Inggris. Mereka cepat lelah dan takut, maka manajer harus menghilangkan keduanya," jelas Capello dilansir dari BBC.
Capello, yang menakhodai Inggris pada periode 2007-2012 dengan catatan 28 kemenangan, menilai Thomas Tuchel harus memutus lingkaran setan mentalitas tersebut sebelum turnamen dimulai. Menurutnya, kualitas teknis pemain Inggris sering kali terganggu oleh ketiadaan jeda musim dingin di kompetisi domestik serta kurangnya kepercayaan diri pada momen krusial.
"Inilah masalahnya bagi Inggris. Mereka kelelahan dan merasa takut. Pelatih harus mengatasi kedua hal itu," ujar Capello sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Sebagai bukti pola berulang tersebut, Capello mencontohkan kegagalan Inggris pada final Euro 2020 saat berhadapan dengan Italia. Meski sempat unggul cepat, Harry Kane dan kolega dinilai justru mundur ke pertahanan karena tekanan psikologis yang melekat pada seragam tim nasional.
"Saya ingat pertandingan lawan Italia. Sudah unggul duluan, tapi mereka tidak bermain 10-15 menit setelahnya. Mereka masih bermain dengan rasa takut," tutup Capello dilansir dari detikSport.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh hasil uji coba terakhir Inggris yang bermain imbang melawan Uruguay dan kalah dari Jepang, meskipun mereka lolos ke putaran final dengan rekor sempurna di kualifikasi. Inggris dijadwalkan akan memulai laga Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia pada 17 Juni di AT&T Stadium, Arlington, Texas.
"Inilah masalahnya bagi Inggris. Mereka lelah dan mereka takut. Manajer, dia harus menghilangkan dua hal ini," tegas Capello dilansir dari Goal.com.
Ia menambahkan bahwa kecenderungan pemain untuk berhenti bermain secara ofensif setelah unggul adalah gejala langsung dari beban mental yang sudah mengakar lama. Capello menekankan pentingnya manajemen kelelahan pemain pada pekan-pekan terakhir musim kompetisi klub agar tiba di turnamen dalam kondisi prima.
"Saya ingat pertandingan melawan Italia. Mereka unggul setelah 10-15 menit, tapi setelah itu mereka tidak bermain. Mereka bermain dengan rasa takut," kata Capello kembali mengingatkan peristiwa di Stadion Wembley tersebut.
Inggris akan melakoni dua laga uji coba terakhir melawan Selandia Baru dan Kosta Rika sebagai persiapan akhir sebelum bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama di fase grup Piala Dunia mendatang.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·