Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,61 Persen

Sedang Trending 1 jam yang lalu

BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi periode Januari—Maret 2026 meningkat sebesar 5,61 persen secara tahunan. Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 tercatat 4,87 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I-2025 secara year on year tumbuh 5,61 persen,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di gedung BPS, Jakarta Selatan, pada Selasa, 5 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Amalia menyatakan berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama 2026 atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 6.187,2 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.447,7 triliun.

Dari sisi produksi, lapangan usaha yang memberi kontribusi utama terhadap pertumbuhan PDB adalah pengolahan, perdagangan, pertanian, dan konstruksi. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah industri pengolahan yang tumbuh 1,03 persen. Kemudian disusul perdagangan sebesar 0,82 persen, pertanian 0,55 persen, dan konstruksi sebesar 0,53 persen. 

Menurut Amalia, pertumbuhan industri pengolahan pada kuartal I-2026 didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri. Industri makanan dan minuman misalnya, yang tumbuh 7,04 persen karena peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 5,52 persen. Kemudian disusul PMTB sebesar 5,96 persen. Adapun kontribusi total keduanya adalah 82,65 persen terhadap total PDB. 

Sebelumnya lembaga Center of Reform on Economics (CORE) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 di kisaran 5,25-5,35 persen. Dalam laporan bertajuk "Brief Report: Quarterly Economic Review Q1-2026" yang dirilis CORE pada 29 April 2026, pertumbuhan utamanya ditopang oleh prospek pertumbuhan konsumsi rumah tangga. 

Kemudian juga pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan belanja pemerintah pusat. “Sementara itu, untuk keseluruhan tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di 4,9-5,1 persen,” demikian tertulis dalam laporan tersebut, dikutip pada Ahad, 3 Mei 2026.

CORE mencatat konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh cukup kuat pada kuartal I 2026, tapi akan melemah pada kuartal berikutnya sepanjang 2026. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi ekonomi Indonesia bakal tumbuh mencapai 5,5 persen. Artinya, pertumbuhannya lebih besar dari kuartal IV 2025 sebesar 5,35 persen.

Prediksi tersebut sejalan dengan ramalan Kementerian Keuangan. “Proyeksi Kementerian Keuangan, pertumbuhan di triwulan I diperkirakan 5,5 persen,” ucap Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini menyatakan alasan di balik keyakinan tersebut adalah meningkatnya pendapatan negara, khususnya pajak. 

Ilona Estherina berkontribusi dalam penulisan artikel ini