FC St. Pauli kembali menelan kekalahan dalam upaya mereka mengamankan posisi di fase akhir musim saat bertandang ke markas RB Leipzig pada Sabtu, 9 Mei 2026. Hasil minor ini memperpanjang tren negatif klub berjuluk Braun-Weißen tersebut di kompetisi kasta tertinggi Jerman.
Meski berakhir dengan kekalahan, pelatih St. Pauli, Alexander Blessin, memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya. Ia menilai timnya menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pertandingan sebelumnya saat melawan Mainz.
"Wir haben die ersten zehn Minuten gut überstanden und sind immer besser ins Spiel gekommen" evaluasi Blessin dalam wawancaranya bersama Sky.
Blessin menyoroti peluang emas yang didapatkan oleh Martijn Kaars pada fase awal pertandingan. Menurutnya, kegagalan mengonversi peluang tersebut menjadi gol menjadi titik balik yang krusial bagi mentalitas tim tamu.
"Das hätte uns nochmal zusätzliche Power gegeben" ujar Blessin terkait peluang besar tersebut.
Kekecewaan Blessin memuncak saat melihat proses terjadinya dua gol lawan yang bersumber dari situasi bola mati. Dua gol RB Leipzig yang tercipta melalui skema sepak pojok dianggap sebagai akibat dari hilangnya konsentrasi para pemain bertahan St. Pauli.
"Umso bitterer ist es dann, dass wir zwei Standardtore fressen, weil wir da einfach unaufmerksam waren" imbuh Blessin merujuk pada dua gol lawan dari tendangan sudut.
Walaupun mengakui ada faktor ketidaktelitian, Blessin tetap memberikan pembelaan terhadap semangat juang yang ditunjukkan oleh skuad asuhannya sepanjang pertandingan berlangsung.
"Die Jungs haben alles reingeschmissen, das muss man sagen" puji Blessin.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·