LANGIT pagi di Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 18 April 2026 tampak lebih ramai dari biasanya. Sejak pagi dari pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan warga sudah memadati lapangan desa. Udara dingin khas lereng Merapi–Merbabu tak menyurutkan langkah mereka untuk menyaksikan festival balon udara yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di wilayah itu.
Selama ini, festival balon udara lebih dikenal sebagai daya tarik wisata di Dieng Plateau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Namun hari ini, warga Boyolali dan sekitarnya punya alternatif yang lebih dekat. Di Desa Cluntang, pengalaman serupa dihadirkan dalam skala yang lebih sederhana tetapi tetap memikat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Setidaknya ada sepuluh balon udara didatangkan dari Wonosobo untuk dipamerkan, meski hanya sembilan yang akhirnya diterbangkan karena kendala teknis. Proses persiapan menerbangkan balon turut menjadi tontonan tersendiri. Kain balon dibentangkan di tanah, lalu perlahan mengembang oleh udara panas hingga siap dilepas ke langit. Setiap balon yang terangkat disambut sorak dan kamera ponsel yang serempak diarahkan ke atas.
Festival Balon Udara ini digagas oleh Saleho Karya Budaya, kelompok seni milik Agus Purwanto atau yang lebih dikenal dengan Abah Lala, bekerja sama dengan komunitas balon dari Wonosobo. Haryono, panitia sekaligus manajemen tim, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ke-18 komunitas tersebut.
“Penyelenggaraan Festival Balon Udara ini digagas oleh Saleho Karya Budaya dengan mendatangkan balon dari Wonosobo. Sekaligus memperingati ulang tahun ke-18,” ujar Haryono di sela-sela acara.
Haryono mengatakan festival tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan hiburan, tetapi juga edukasi. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa penerbangan balon udara memiliki aturan tertentu. “Memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, bahwa menerbangkan balon udara tidak boleh sembarangan,” katanya.
Haryono memastikan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti PLN, pihak Pangkalan Udara (Lanud) TNI Adi Soemarmo, dan kepolisian. Meskipun ia juga mengakui sempat ada kendala perizinan pada awalnya karena baru pertama kali digelar.
Sementara itu antusiasme pengunjung terlihat dari membludaknya kendaraan di sekitar lokasi. Banyak yang datang dari luar daerah seperti Solo, Kediri, hingga Banyuwangi. Bahkan, sebagian pengunjung harus berjalan kaki hingga ratusan meter dari area parkir.
Salah satu pengunjung, Nabila, asal Solo, mengaku sengaja datang untuk melihat langsung festival tersebut. Ia sebelumnya berencana pergi ke Dieng, namun memilih Cluntang karena lebih dekat dari kotanya. “Seru, apalagi ini pertama kali diadakan di sini,” katanya.
Melihat tingginya minat masyarakat, panitia berencana menjadikan festival ini sebagai agenda rutin. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini diharapkan bisa memperkenalkan tradisi balon udara yang aman dan tertib. "Rencananya, kalau sudah seperti ini kan kita pasti insya Allah adakan ke depan, kalau ulang tahun seperti ini lagi. Mohon doanya," ucap Haryono.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·