Jakarta (ANTARA) - Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) mengangkat isu emansipasi wanita lewat film dokumenter "The World on Our Shoulders" yang menceritakan tentang sejarah Piala Dunia Bola Basket Putri yang tayang perdana di Berlin, Jerman.
Laman FIBA, Rabu, menyatakan film tersebut mengisahkan tentang keterkaitan perkembangan bola basket putri dengan perjuangan emansipasi perempuan pada tahun 1953 hingga ke masa 2026.
Penulis naskah sekaligus sutradara film tersebut, Fabrice Castanier, menegaskan bahwa karyanya tidak sekadar menghadirkan nostalgia sejarah, melainkan menawarkan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan olahraga dan peran perempuan.
"Dokumenter ini memang bersifat historis, tetapi tidak dimaksudkan menjadi melankolis, jadi film ini bukan hanya menceritakan anekdot masa lalu atau kisah inspiratif semata," ujar dia.
Castanier menjelaskan bahwa film itu berupaya memberikan analisis jangka panjang mengenai evolusi paralel antara emansipasi perempuan di masyarakat dan meningkatnya peran bola basket putri di panggung global.
"Film ini akan menunjukkan keterkaitan antara kedua fenomena tersebut, serta juga melihat kondisi saat ini dan berfokus pada masa depan," kata dia.
Karya film itu mengulas sejarah Piala Dunia Bola Basket Putri FIBA sejak edisi perdana pada 1953 hingga menjelang turnamen 2026 yang diselenggarakan di Berlin, pada 4-13 September.
Film tersebut memanfaatkan rekaman arsip serta wawancara dengan para legenda, pelatih, dan sejarawan olahraga untuk menggambarkan berbagai momen penting, termasuk keberhasilan dan tantangan yang membentuk kompetisi.
Sejumlah tokoh ternama turut hadir dalam pemutaran perdana, termasuk Sue Bird dan Lauren Jackson, yang juga tampil dalam film.
Dokumenter ini diproduksi oleh FIBA Media dan dijadwalkan tersedia bagi penyiar, serta ditayangkan melalui kanal YouTube FIBA pada Agustus mendatang.
Baca juga: Komik La Valise d'Eliane angkat kisah Piala Dunia Basket Putri 1953
Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·