FIFA Berlakukan Kartu Merah bagi Pemain yang Menutup Mulut

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menetapkan regulasi baru yang mewajibkan wasit memberikan kartu merah kepada pemain yang menutup mulut saat terlibat perselisihan di lapangan. Kebijakan tegas ini akan mulai diimplementasikan pada ajang Piala Dunia 2026 mendatang.

Keputusan tersebut disahkan dalam pertemuan khusus Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) yang berlangsung di Vancouver, Kanada, pada Selasa kemarin. Dilansir dari Detik Sport melalui laporan BBC, terdapat dua poin regulasi baru yang telah disetujui oleh otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Aturan pertama menyasar pemain yang menutup mulut saat beradu argumen untuk menghindari deteksi kata-kata yang diucapkan. Selain itu, FIFA juga menetapkan sanksi kalah otomatis bagi pemain atau staf yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.

Langkah ini diambil menyusul insiden antara pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dengan penggawa Real Madrid, Vinicius Jr, di Liga Champions. Saat itu, Prestianni dituding melontarkan kalimat rasisme sembari menutupi mulutnya agar tidak terlihat oleh kamera maupun ofisial pertandingan.

Sementara itu, aturan mengenai pemogokan pertandingan merujuk pada peristiwa di final Piala Afrika saat tim Senegal sempat menghentikan laga kontra Maroko. Meski Senegal sempat menang setelah laga tertunda 15 menit, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) akhirnya mencabut gelar mereka dan memberikan kemenangan 3-0 bagi Maroko.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa tindakan menutupi mulut saat berbicara di lapangan akan dianggap sebagai indikasi adanya pelanggaran serius, termasuk tindakan rasisme.

"Jika seorang pemain menutup mulutnya dan mengatakan sesuatu, yang dirasa rasis, maka dia harus dikeluarkan," jelas Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Infantino menambahkan bahwa pemain yang bersikap jujur dan tidak menyembunyikan sesuatu seharusnya tidak merasa perlu menutupi gerakan bibirnya saat berkomunikasi di area pertandingan.

"Jika Anda tidak menyembunyikan sesuatu, Anda tidak akan menutup mulut saat mengatakan sesuatu. Sesederhana itu," kata Infantino.