Pelatih Palermo FC Filippo Inzaghi menerapkan strategi ultra ofensif 4-2-3-1 saat menjamu US Catanzaro 1929 dalam pertandingan leg kedua semifinal playoff Serie B di Stadion Renzo Barbera.
Dilansir dari media lanuovacalabria.it, pertandingan penentu ini dipimpin oleh wasit Marcenaro dengan kondisi cuaca di lokasi dilaporkan sedikit berawan sekitar 20 derajat celsius.
Kubu tuan rumah menurunkan penjaga gawang Joronen yang dikawal oleh lini pertahanan Pierozzi, Peda, Ceccaroni, dan Augello, sementara lini tengah diisi oleh Segre bersama Ranocchia.
Inzaghi kemudian menempatkan tiga gelandang serang sekaligus yaitu Le Douaron, Palumbo, dan Johnsen untuk menyokong pergerakan penyerang tunggal Pohjanpalo di lini depan.
Langkah agresif Palermo ini langsung diantisipasi oleh pelatih Catanzaro Aquilani yang memilih skema lebih defensif melalui formasi andalannya 3-4-2-1.
Catanzaro mengandalkan Pigliacelli di bawah mistar gawang dengan dukungan trio bek Cassandro, Antonini, dan Brighenti untuk membendung serangan agresif tuan rumah.
Sektor tengah Catanzaro diperkuat oleh Favasuli, Pontisso, Petriccione, serta Alesi, sementara Iemmello dan Liberali bertugas menyokong Pittarello yang menjadi ujung tombak tunggal.
Laga krusial di Stadion Renzo Barbera ini dilaporkan dihadiri oleh lebih dari 30.000 penonton yang memadati tribun tanpa ada catatan mengenai kuota botteghino untuk hari pertandingan tersebut.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·