Jadi intinya...
- Film Semua Akan Baik-Baik Saja berhasil menarik lebih dari 300 ribu penonton dalam tiga hari penayangan.
- Disutradarai Baim Wong, film ini mengangkat drama keluarga personal tentang kehilangan dan rekonsiliasi.
- Dibintangi Reza Rahadian, Christine Hakim, dan Happy Salma, film ini tayang sejak 13 Mei 2026.
Liputan6.com, Jakarta - Performa Semua Akan Baik-Baik Saja karya Baim Wong terbilang mentereng. Hari pertama penayangan, film yang dibintangi Reza Rahadian dan Christine Hakim ini mendulang 79 ribuan penonton. Hari ketiga, Semua Akan Baik-Baik Saja ngegas dengan 300 ribuan penonton. “Hari ketiga tayang, 309.889 (penonton). Alim, kamu sudah melakukan pekerjaan sebagai aktor dengan sangat baik. Bahkan di beberapa momen, rasanya melebihi kami yang sudah lebih lama berada di dunia ini,” beri tahu Baim Wong di akun Instagram, Sabtu (16/5/2026).
Baim Wong mengapresiasi Alim, aktor dengan sindrom Down yang tampil meyakinkan dalam Semua Akan Baik-Baik Saja. “Tidak ada yang dibuat-buat, semuanya terasa tulus karena kamu percaya pada dirimu sendiri. Rasa marah, sedih, bahagia semua yang kamu tampilkan terasa hidup dan indah di kamera,” imbuhnya. Sebelum Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong menggarap Lembayung dan Sukma yang merangkul sejuta penonton lebih. Kini ayah dua anak ini menjajal genre drama keluarga lewat Semua Akan Baik-Baik Saja.
Perubahan arah genre menandai komitmen Baim Wong sebagai sineas dalam menghadirkan cerita lebih hangat, manusiawi, dan penuh makna tentang keluarga. Drama keluarga bukan hal baru baginya. Drama justru akar perjalanan karier Baim Wong di dunia seni.
Karena itu, saat memproduksi Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong serasa mudik ke ruang emosional yang sejak lama dekat dengannya. Bagi Baim Wong, Semua Akan Baik-Baik Saja adalah cerminan kehidupan banyak keluarga Indonesia.
Kadang Kita Terlalu Sibuk
Film ini dipenuhi perjuangan, konflik, kasih sayang, pengorbanan, dan kehilangan yang sering baru terasa ketika semuanya menjauh. Melalui Semua Akan Baik-Baik Saja, Baim Wong mengingatkan masyarakat bahwa rumah dan keluarga tempat paling penting.
“Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa kalau rumah itu tempat paling penting. Kita pikir kebahagiaan ada di luar sana, padahal sebenarnya keluarga itu sumber kebahagiaan terbesar,” kata Baim Wong kepada awak media di Jakarta, pekan ini.
Tentang Keluarga
Semua Akan Baik-Baik Saja lahir dari pengalaman emosional sekaligus personal dalam hidupnya. Kisahnya dibangun dari keresahan tentang hubungan keluarga yang perlahan renggang akibat ego, tekanan ekonomi, kesalahpahaman, hingga minimnya komunikasi.
“Semua sebenarnya mengenai keluarga. Ada kakak-adik berantem, masalah ekonomi, sampai mengurungkan cita-cita demi adik-adiknya. Yang paling penting, kebahagiaan itu sebenarnya ada di keluarga,” bintang sinetron Catatan Hati Seorang Istri menyambung.
Alhamdulillah Ada Yang Minta Maaf
Banyak penonton menangis sepanjang film hingga terbawa suasana setelah keluar dari bioskop. Tidak sedikit pula yang langsung menghubungi orang tua mereka, minta maaf kepada saudara, bahkan kembali menjalin komunikasi dengan keluarga.
Ini membuat Baim Wong terenyuh sekaligus bersyukur. Karyanya menghangatkan hati banyak orang. “Alhamdulillah ada yang minta maaf ke orang tua, adik, kakak. Itu paling berkesan buat saya. Memang manfaat film ini penginnya ke sana,” ucap Baim Wong.
Ne-Yo Blak-blakan soal Punya 3 Kekasih Sekaligus, Tegaskan Bukan Semata karena Urusan Ranjang
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·