Jadi intinya...
- Film "Suamiku Lukaku" soroti KDRT tersembunyi, terinspirasi realitas perempuan Indonesia.
- Diskusi publik film ini edukasi trauma kekerasan dalam relasi.
- Film ajak korban KDRT berani melawan dan memecah keheningan.
Liputan6.com, Jakarta - Film terbaru dari SinemArt Pictures, Suamiku Lukaku, menggelar psychology talkshow and public discussion di Bekasi dan Bogor. Acara ini salah satu upaya edukasi dan sharing session tentang “Memahami Trauma dan Kekerasan dalam Relasi.” Dibintangi Baim Wong, Acha Septriasa, Raline Shah, Ayu Azhari, dan Putri Ayudya, Suamiku Lukaku mengangkat isu KDRT yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga yang tampak harmonis. Film drama ini terinspirasi realitas yang dialami satu dari empat perempuan di Indonesia.
Diskusi digelar di Universitas Bani Saleh, Bekasi, serta Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara, Bogor dengan bintang tamu Putri Ayudya. Ia mengajak publik memahami trauma yang datang dari luka akibat kekerasan fisik maupun verbal dalam relasi antar manusia.
“Banyak perempuan dibungkam oleh kekerasan dari orang terdekatnya. Kekerasan emosional dan fisik bertahun-tahun meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat, tapi dampaknya sangat dalam dan nyata. Mereka jadi kehilangan ruang untuk bersuara, memilih diam sebagai cara bertahan. Saling berbagi melalui public discussion ini semoga jadi ruang-ruang kecil untuk mulai membicarakannya. Seperti yang dialami tokoh Amina dalam Suamiku Lukaku, selalu ada kesempatan untuk bangkit, sekecil apapun langkah yang diambil,” kata Putri Ayudya.
Disutradarai Ssharad Sharaan dan Viva Westi, serta ditulis Titien Wattimena bersama Beta Ingrid Ayu, Suamiku Lukaku berkisah tentang Amina (Acha Septriasa), ibu yang menjalani kehidupan sulit. Ia menikah dengan Irfan (Baim Wong).
Amina, Irfan, dan Zahra
Masalahnya, Irfan terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan di rumah. Saat kesehatan anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam KDRT serta ketakutan tiap hari, tanpa ada yang melihat penderitaannya.
Setelahnya, Amina bertemu Zahra (Raline Shah), pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan. Saat itulah muncul harapan untuk bebas. Ssharad Sharaan menjelaskan, Suamiku Lukaku, hadir sebagai refleksi atas realitas yang kerap luput dari perhatian publik.
Dekat dan Nyata di Masyarakat
“Kami ingin menghadirkan cerita yang merupakan cerminan isu yang dekat dan nyata di masyarakat namun kerap luput dari perhatian. Pernikahan yang terlihat harmonis namun menyembunyikan kekerasan dalam hubungan rumah tangganya.” ungkap Ssharad Sharaan.
“Film ini akan membicarakan keberanian untuk melawan serta kesadaran untuk memecah keheningan yang selama ini membuat para perempuan yang menjadi korban, tidak berdaya,” ujarnya lewat keterangan resmi yang diterima Showbiz Liputan6.com, Selasa (6/5/2026).
Tayang di Bioskop Mulai 27 Mei 2026
Suamiku Lukaku menjadi lebih dari sekadar film, tapi juga ajakan untuk melihat, mendengar, dan tidak lagi berpaling dari realitas yang terjadi di sekitar kita, karena pada akhirnya, diam bukan lagi pilihan.
Suamiku Lukaku yang tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026 diperkuat soundtrack “Aku Bangkit” dari Krisdayanti. Lagu ini menyuarakan hati banyak perempuan yang merasa sendirian, takut, dan tak terdengar.
Ahmad Dhani Siap Tempuh Jalur Hukum Setelah Akun IG-nya Diretas
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·