Fiorentina Gelar Hening Cipta Mengenang Wafatnya Alex Manninger

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Klub Italia Fiorentina memberikan penghormatan terakhir bagi mantan penjaga gawangnya, Alex Manninger, yang meninggal dunia setelah mobilnya tertabrak kereta api di perlintasan sebidang di Austria pada Kamis (16/4/2026) pagi waktu setempat. Penjaga gawang legendaris tersebut menghembuskan napas terakhir pada usia 48 tahun.

Melansir laporan Football Italia, Fiorentina telah mendapatkan izin dari UEFA untuk mengadakan prosesi mengheningkan cipta selama satu menit. Aksi solidaritas ini dilakukan sebelum kick-off pertandingan perempat final Liga Konferensi Eropa melawan Crystal Palace yang dijadwalkan berlangsung malam ini.

Selain mengheningkan cipta, seluruh jajaran pemain La Viola juga akan mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk duka mendalam. Selama berkarier di Italia, Manninger mencatatkan 137 penampilan di Serie A bersama sejumlah klub besar seperti Juventus, Siena, Fiorentina, Bologna, dan Torino.

Mantan rekan setimnya di Juventus, Gianluigi Buffon, menyampaikan pesan emosional melalui unggahan di media sosial Instagram untuk mengenang sosok sahabatnya tersebut.

"Dear Alex, setiap kata tampaknya berlebihan. Setiap air mata hanya akan menjadi yang terbaru bagi kehilangan seorang teman dan pribadi yang selalu saya kagumi," tulis Buffon.

Buffon merefleksikan pilihan hidup Manninger yang memutuskan untuk menjauh dari hiruk-pikuk dunia sepak bola demi mengejar kebahagiaan yang sederhana. Manninger diketahui lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan menikmati alam.

"Anda memilih untuk tetap independen dari kesibukan dunia sepak bola, pergi mencari kebahagiaan Anda dalam hal-hal sederhana: kehidupan yang sehat di hutan, memancing, alam, keluarga. Ini adalah kredo Anda," lanjut Buffon.

Dalam pesannya, penjaga gawang legendaris Italia tersebut memuji integritas Manninger yang selalu teguh pada prinsipnya di tengah dunia profesional yang penuh dengan ambisi karier dan keuntungan instan.

"Dalam dunia yang sering kali bengkok dan cenderung berlutut, yang menghargai hal-hal yang berlebihan, karierisme, dan keuntungan mudah, Anda selalu mempertahankan kebebasan Anda, tetap berdiri tegak, dengan kebanggaan seorang pria yang tahu apa yang diinginkannya," tambah Buffon.

Buffon juga mengenang bagaimana kekuatan karakter Manninger yang mampu menertawakan kegilaan industri sepak bola dari kejauhan.

"Anda memiliki kekuatan untuk menjauh dari semua ini dan menatap kami dengan senyum licik Anda, seolah ingin mengatakan 'kalian semua gila, kalian tidak akan pernah bisa menangkapku'," tulis Buffon.

Pesan tersebut ditutup dengan harapan agar Manninger dapat beristirahat dengan tenang sambil terus memandu istri dan anak-anaknya dari surga.

"Saya berharap, bahkan saya yakin, bahwa dari atas sana Anda akan terus membimbing anak-anak Anda yang luar biasa dan istri muda Anda. Beristirahatlah dalam damai," pungkas Buffon.

Direktur Strategi Sepak Bola Juventus, Giorgio Chiellini, turut memberikan pernyataan resmi melalui kanal media sosialnya mengenai kepergian mantan rekan setimnya tersebut.

"Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan, kami mengucapkan selamat tinggal kepada rekan setim yang teladan dan pribadi dengan nilai-nilai luhur. Ciao Alex, beristirahatlah dalam damai. Pikiran saya bersama keluarga Anda," kata Chiellini.

Ucapan belasungkawa juga datang dari sejumlah pesepak bola ternama lainnya yang pernah berbagi ruang ganti dengan Manninger. Claudio Marchisio dan Stephan Lichtsteiner termasuk di antara para pemain yang mengunggah pesan duka cita sebagai bentuk penghormatan bagi pria asal Austria tersebut.